Disiplin Prokes, Kasus COVID-19 di Kota Medan Naik Lagi

Sebarkan:

Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin rapat penanganan COVID-19. (foto/ist)
MEDAN - Dalam kurung empat hari terakhir, kasus pandemi COVID-19 di Kota Medan mengalami peningkatan. Wali Kota Medan Bobby Nasution mengingatkan warganya untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19.

Hal ini disampaikan pejabat nomor wahid di Pemkot Medan dalam rapat penanganan COVID-19 di pendopo rumah dinas, Selain mengingatka warga akan pentingnya Prokes, Bobby minta peningkatan COVID segera diatasi.

“Aplikasi pedulilindungi sudah bisa menentukan target kapasitas suatu tempat. Sebagai contoh apabila target kapasitas suatu tempat 500 orang dan berdasarkan data dari aplikasi pedulilindungi sudah mendekati angka 500, maka pengunjung yang datang tidak diperkenankan lagi masuk tempat tersebut. Apabila hal ini dilanggar, maka pelaku usaha bisa langsung ditegur. Ini lah yang saya maksud tanpa harus menyentuh kegiatan ekonomi,” kata Bobby Nasution.

Selanjutnya dalam rapat yang dihadiri Dandim 0201/Medan Kol Inf Hindratno Devidanto, Wakapolrestabes Medan AKBP Yudi Setiawan, Kapolres Belawan AKBP Faisal Rahmat, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten serta  sejumlah pimpinan OPD terkait dan Camat, Bobby Nasution mengatakan, PPKM Mikro harus diaktifkan kembali sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 tersebut. “Penerapan PPKM Mikro ini dilakukan di kecamatan yang terdapat kasus Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, papar Bobby Nasution, Pemko Medan juga telah menyiapkan satu tempat isolasi terpusat (isoter) di Gedung P4TK Jalan Setia Budi Medan Helvetia untuk menampung warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Meski pun telah menyediakan tempat isoter, Bobby Nasution berharap agar warga yang menjalani isolasi mandiri di tempat itu tidak melonjak.

Kemudian, Bobby Nasution minta kepada Dinas Kesehatan Kota Medan agar mengingatkan rumah sakit di Kota Medan untuk tetap menyiapkan tempat tidur untuk pasien COVID-19 mengantisipasi kemungkinan kasus Covid-19 meningkat. Kemudian, memastikan ketersediaan obat-obatan dan tabung oksigen aman.

Tidak itu saja, sebagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19, jelas Bobby, Pemko Medan akan terus gencar melakukan vaksinasi guna mempercepat terbentuknya herd immunity. Diungkapkan Bobby, capaian vaksinasi yang telah dilakukan Pemko Medan saat ini sebesar 91,80 persen (1.783.645 jiwa) untuk dosis pertama, 75,41 persen (1.465.223 jiwa) dosis kedua serta 2,43 persen (47.264) dosis ketiga.

Sedangkan untuk lansia, imbuh Bobby, 62,82 persen (128.302 jiwa) untuk dosis pertama, 49,85 persen (101.805 jiwa) dosis kedua dan 3,1 persen (6.405) untuk boster. Sementara itu capaian vaksinasi anak, lanjutnya, sebesar 43,25 persen (99.851 jiwa) untuk dosis pertama dan 0,37 persen (860 jiwa) dosis kedua. Dengan demikian total suntikan  vaksin yang telah dilakukan sebesar 84,82 persen atau 3.296.132.

Terakhir, Bobby Nasution menyampaikan, berbagai upaya antisipasi yang dilakukan guna menekan penyebaran COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan Pemko Medan. Artinya, butuh kolaborasi dan dukungan penuh dari semua pihak.

“Dengan kolaborasi yang dilakukan, insya Allah kita mampu  menangani dan mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Medan,” harapnya. (red/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini