Jewer Kuping Lanjut, Choki Laporkan Gubsu Edy Rahmayadi ke Polda Sumut

Sebarkan:

PENGADUAN : Choki Aritonang didampingi kuasa hukum melaporkan Gubsu Edy Rahmayadi ke Polda Sumut. (foto:mm/ist)
MEDAN - Kaharuddin Aritonang, ST, atau yang kerap disapa Choki Aritonang (41) didampingi kuasa hukum akhirnya melaporkan Gubernur Sumatera utara (Gubsu)ke SPKT Polda Sumut, Senin (3/1/2021).

Laporan Choki diterima langsung Kepala SPKT AKP Saraagi SE,MH, Laporan Polisi Nomor: LP/B/03/1/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara, tanggal 03 Januari 2022.

Dalam laporannya Senin 27 Desember 2021, Choki melaporkan peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310, 315 KUHP, prihal yang menimpanya pada Senin (27/12/2021) pukul 14.30 WIB, di aula Tengku rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman, dengan terlapor atas nama H. Edy Rahmayadi, yang juga merupakana Gubernur Sumut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pelatih biliar PON, Khoirudin (Choki) Aritonang mengaku malu setelah dijewer oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Choki menangis saat menceritakan dijewer Gubsu Edy.

"Belum lagi kejadian, ada anak saya merasakan malunya. Mohon maaf, cemana pun saya malu sekali, betul," kata Choki Kamis pekan lalu.

Choki mengatakan video saat dia dijewer itu viral. Banyak masyarakat yang akhirnya mengenal dia sebagai orang yang dijewer gubernur.

"Ketika mau minum kopi aja, 'Abang yang dijewer gubernur itu kan, Bang'. Allahuakbar. Maunya kalaupun terkenal jangan gara-gara ini," katanya.

Choki mengatakan dia berencana iktikaf di masjid untuk menenangkan diri. Dia kemudian menyerahkan proses yang akan diambil dalam kasus ini kepada pengacaranya.

Pengacara dari Choki, Teguh Syuhada Lubis, menilai perbuatan yang dilakukan Edy Rahmayadi merupakan pelanggaran hukum. Edy mengatakan pihaknya sedang menyiapkan langkah hukum terhadap kasus ini.

"Dalam perspektif hukum, ada tindak perbuatan yang kami anggap merupakan pelanggaran hukum," kata Teguh.

Sebelumnya diberitakan , Khoirudin (Choki) Aritonang dijewer dan diusir Gubsu saat acara pemberian tali asih pada Senin (27/12). Edy Rahmayadi awalnya menyampaikan motivasi agar para atlet untuk membawa kejayaan untuk Sumut. Edy mengatakan jika Sumut sudah berjaya, atlet bisa mengambil apapun yang dia mau.

Pernyataan Edy itu kemudian disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan itu. Namun Edy melihat ada satu orang yang tidak tepuk tangan dan langsung memanggilnya.

"Yang pakai kupluk itu siapa? Yang baju kuning. Kau berdiri. Kenapa kau tak tepuk tangan? Sini, sini," kata Edy dalam video itu.

Edy kemudian menanyakan posisi dia di kegiatan itu. Pria yang dipanggil itu kemudian menjawab bahwa dia adalah pelatih cabang olahraga Biliar. "Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini," kata Edy sambil menjewer pelatih Biliar itu.

Edy kemudian menjelaskan alasannya menjewer pelatih biliar tersebut. Edy mengatakan dia melakukan itu karena Choki tertidur saat acara. "Pelatih saya, saya ngumpul begini, dia tidur," ucap Edy di rumah dinas Gubsu. (abdeol/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini