Kapolres Batubara Mutasi IPDA RBS yang Ancam Pukul dan Hina Wartawan

Sebarkan:

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis dan Wakapolres Kompol Rudy Chandra bersama Jurnalis Komunitas Wappress. (foto:zein/mm)
BATUBARA - Dalam hitungan cepat, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis memutasi oknum perwira IPDA RBS yang mengintimidasi dan menghina wartawan TV, Fadli.

IPDA RBS sebelumnya menjabat Panit di Satres Narkoba Polres Batubara, sejak hari ini (Jumat 14 Januari 2022) pagi yang bersangkutan dijatuhi sanksi dengan dimutasi ke Mapolsek Medang Deras.

"Saya memohon maaf kepada rekan-rekan media atas prilaku anggota saya yang kurang bersahabat. Atas tindakannya, saya sudah memutasi yang bersangkutan ke Polsek Medang Deras," kata AKBP Ikhwan Lubis didampingi Wakapolres Kompol Rudy Chandra, menemui wartawan yang tergabung di komunitas Wappress di Limapuluh.

Dikatakan Ikhwan, selama hampir 2 tahun dia menjabat Kapolres Batubara, hubungan sinergitas Polri dan wartawan terjalin baik demi terwujudnya Kamtibmas, terutama di tengah pandemi COVID-19.

"Kami Polres Batubara tidak ingin kejadian kembali terulang. Mari kita bangun Batubara lebih kondusif. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik-baik," tegasnya.

Mewakili Wappress, M. Sani mengucapkan terima kasih atas tindakan tegas Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis terhadap anggotanya IPDA RBS yang telah mengintimidasi dan menghina rekan wartawan Fadli. 

"Tentunya sikap tegas dan Kapolres bersama Wakapolres dialog bersama rekan-rekan wartawan patut kita apresiasi dan terima kasih sudah memberikan sanksi tegas kepada oknum Polri," kata M.Sani.

Dipenghujung pertemuan yang berlangsung kekeluargaan, Kapolres AKBP Ikhwan Lubis dan Wakapolres Kompol Rudy Chandra menyerahkan 50 kardus mie instan ke Wappress untuk disalurkan kepada warga kurang mampu di Batubara. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Oknum perwira Polres Batubara berinsial IPDA RBS mengancam pukul kontributor TV MNC Group, Fadly (35) yang hendak meliput kegiatan baksi sosial di Mapolres Batubara, Kamis (13/1/2022).

Diceritakan Fadli, intimidasi dan caci maki yang dialaminya berawal ketika dia dan rekan seprofesinya Purnomo hendak menghadiri undangan Kapolres AKBP Ikhwan Lubis dan PJU melaksanakan baksi sosial menyerahkan bantuan tali asih, sembako dan kursi roda untuk warga kurang mampu di Desa Sumber Padi, Kecamatan Limapuluh.

Setibanya berjalan di depan ruangan SPKT, Fadli dipanggil IPDA RBS dengan nada keras. Namun karena waktu sudah mendesak, panggilan itu tak digubrisnya. "Awalnya tidak saya gubris, tapi karena suaranya semakin keras maka saya hampiri," kata Fadli.

Sedari awal Fadli sudah merasa gerah mendengar panggilan oknum perwira yang menjabat panit di Resnarkoba tersebut karena bernada kurang bersahabat. "Woi... sini kau. Kau... sini. Sok sibuk kau... Sibuk apa kau...," Kata Fadli, meniruran panggilan oknum Polisi.

Purnomo yang semula menduga keduanya bergurau lalu bingung. "Awalnya aku kira cuma bergurau, karena aku lihat serius maka aku lerai biar tidak berkelahi," kata Purnomo, menimpali.

Namun sikap arogansi IPDA RBS semakin menjadi. Diacungkannya kepalan tangan kanannya hendak melayangkan pukulan ke muka Fadli, sembari mengeluarkan kata-kata kotor dan tak sopan laiknya seorang perwira.

Fadli mencoba membela diri dengan bertanya apa salahnya. Namun oknum tersebut mengatakan "Jangan pura-pura tidak tau kau" sembari mengeluarkan kata-kata kotor.

Sikap arogansi oknum perwira ini juga menjadi perhatian PJU Polres Batubara. Namun Fadli merasa dirugikan atas cercaan, hinaan dan intimidasi oknum bersangkutan. 

"Jelas saya tidak terima diperlakukan seperti ini, saya akan tempuh jalur hukum untuk mengadukan oknum tersebut ke Divisi Propam Polda Sumut," kata Fadli, didampingi komunitas wartawan Wappress Batubara.

Wartawan senior Harian Medan Pos, Marlan MS merasa kecewa atas sikap arogansi IPDA RBS terhadap wartawan mitra Polres Batubara. Dia menilai, sikap arogansi oknum Polri ini sudah menciderai amanat Kapolri dan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ. Panca Putra Simanjuntak yang mengajak seluruh jajaran memperkuat sinergitas dan koordinasi dengan wartawan sebagai mitra strategis dalam mengawal program Kamtibmas Polri hinggake pelosok desa.

"Semua masalah bisa diselesaikan baik-baik, tidak harus mengancam dan memaki, apalagi sikap itu dilakukan terhadap wartawan mitra Polri yang bekerja dilindungi undang-undang," kata Marlan MS, yang juga pengurus PWI Batubara.

Marlam mendesak, pimpinan Polri untuk turun dan mengusut kasus ini hingga terang benderang. "kita berharap kasus ini dapat diselesaikan pimpinan Polri, jika ditemukan ada pelanggaran kita berharap yang bersangkutan diganjar hukuman sesuai SOP Polri," tegasnya. (zein/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini