Tutup Diskotek Champion Blue Star, Bupati Langkat Komitmen Berantas Narkoba

Sebarkan:

Tim Gabungan mensegel lokasi hiburan malam Diskotek Champion Blue Star Langkat. (fot/ist)

LANGKAT - Untuk menecegah dan memberantas peredaran narkoba, Bupati Langkat Terbit Rencana PA menutup dan mensegel Diskotek Champion Blue Star di Kecamatan Sei Bingai, Langkat.

Penutupan Diskotek Champion Blue Star merupakan komitmen Bupati Terbit Rencana dalam melindungi generasi Langkat dari pengaruh dan bahaya narkoba. "Saya tegaskan, saya tidak takut memberantas narkoba," tegas Bupati, Senin (17/1/2022).

Sebagaimana diketahui, tim gabungan Pemprov Sumut bersama Pemkab Langkat, Binjai dan Deliserdang dibantu aparat penegak hukum TNI dan Polri pada Senin 10 Januari 2022 telah mensegel 

Diskotik/Cafe Sky Garden, Duku Indah, Champion Blue Star dan Star Fly.  Namun ketika itu hanya Diskotik Champion Blue Star yang berhasil disegel. 

Diskotik ditutup sebab pihak pengelola tidak miliki izin atas bangunan dan opresional diskotik. Serta terindikasi terjadi peredaran narkoba yang bisa menghancurkan generasi muda.

Pada Kamis 13 Januari2022, sejumlah Aliansi Mahasiswa Langkat Anti Narkotika (Amanat) temui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Mahasiswa mempertanyakan gagalnya tim gabungan menutup hiburan malam di pinggiran Kota Binjai, yang banyak meresahkan masyarakat Langkat - Binjai.

"Kami menemui gubernur menanyakan tim gabungan gagal menutup tempat hiburan yang meresahkan masyaraka," kata Ketua Amanat, Agung Permana. 

Agung menyatakan masyarakat dan pihaknya ingin diskotik itu ditutup. Ia pun menunggu instruksi selanjutnya dari Gubsu terkait penutupan tempat hiburan malam itu. 

"Jika tidak ada instruksi selanjutnya, bisa saja kami akan melakukan aksi membawa masa yang lebih banyak untuk menuntut ditutupnya tempat hiburan malam tersebut," tegasnya.

Sembari mengungkapkan bahwa selaku pemuda dan mahasiswa pihaknya sangat sedih melihat generasi-generasi yang kerap kali datang ketempat tersebut lalu pulang dalam keadaan mabuk. 

Bahkan tidak jarang yang menjadi pecandu narkoba. "Jika generasi kami sudah mulai dirusak dengan barang haram tersebut, bagaimana kami kelak mengawal tampuk pemerintahan negeri ini," ungkapnya. 

Sementara Gubsu Edy Rahmayadi menegaskan tidak perlu takut untuk menutup tempat maksiat itu. "Kita tidak takut, kalau tim gabungan gagal. Kita bersama yang akan ratakan tempat maksiat itu," tegas Gubsu kepada Amanat.

Gubsu juga menyatakan, sebagai anak Langkat jangan buat malu dengan membiarkan tempat maksiat bertabur di negeri bertuah. Serta meminta pertemuan tersebut untuk dirilis ke media. (red/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini