Dinilai Ada Politisasi, Enam Ormawa di Madina Tak Ikut Demo Besok

Sebarkan:

MADINA - Sejumlah Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan sikap tidak akan ikut turun ke jalan dalam demo Aliansi Masyarakat Anti Maksiat (AMAK) yang akan berlangsung besok Jumat (4/2/2022).

Ormawa tersebut diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), DPP Ikatan Mahasiswa Muslim  Madina (IM3), seluruh pengurus Presiden Mahasiswa (Presma) pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina dan Koalisi Mahasiswa Pergerakan (Kompak) Madina.

Informasi yang diperoleh, ada 4 titik lokasi aksi tersebut yakni ke Kantor Bupati, DPRD, Polres dan Sektertariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Madina. 

Sementara tujuan dari demo tersebut adalah untuk mendesak pemerintah dan aparat kepolisian mengusut peristiwa pada Selasa malam 18 Januari pada acara pesta ulang tahun Iqbal alias Rihanna yang menampilkan atraksi tari ular di salah satu restoran di Kecamatan Panyabungan.

Pesta ulang tahun tersebut sempat dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina Erwin Efendi Lubis. 

Ketua HMI Cabang Madina, Riswan Nasution menegaskan tidak akan terlibat dalam aksi tersebut, ia menilai turun ke jalan merupakan hal yang tidak sesuai karena adanya politisasi.

"Bukan kita tidak benci dengan aksi tari ular tersebut, tetapi kita sangat mengutuknya, apabila nanti ada oknum mahasiswa mengatasnamakan kader HMI yang terlibat dalam aksi itu, kita akan melakukan pertimbangan terhadapnya," ucap Riswan.

Senada disampaikan Ketua IM3, Mahfuz Rosyadi Lubis SH bahwasanya dia telah mengimbau semua kader agar tidak ikut terlibat dalam aksi mengatasnamakan AMAK ini.

"Kami sudah membahas secara matang apa tujuan aksi tersebut, semua kader IM3 sepakat tidak ikut turun ke jalan, akan tetapi si Iqbal kami tetap mengutuk keras dan harus ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku, maupun secara adat istiadat di daerah ini," imbuhnya.

Ketua PMII, Ali Musa Nasution juga mengaku telah memberitahukan semua kader untuk tidak terlibat.

"Kita ingin semua kondusif, jika ingin melakukan tuntutan, kita lapor saja ke Aparat Penegak Hukum (APH). Kami tak mau nanti nama mahasiswa di Madina dibawa-bawa dalam aksi itu," ucapnya.

Presma STAIN, Budi Santoso SH menyampaikan kepada seluruh mahasiswa dan pengurus untuk tidak terlibat dalam aksi tersebut.

"Aksi ini jangan digunakan sebagai dari pihak atau elit-elit yang tak bertanggungjawab, sehingga menyerang atau ada korban terhadap Ketua DPRD Madina. Seharusnya kita harus bangga kepada beliau yang tidak memandang siapapun yang mengundangnya, pak Erwin kan hadir sebagai yang dianggap pengganti orang tua," tegas Budi Santoso.

Ketua IMM Sulhan Batubara SH berharap kepada Iqbal yang sudah meminta maaf agar tidak mengulangi perbuatannya itu lagi, karena merusak citra daerah yang dikenal Kota Santri dan juga Serambi Makkahnya Sumut. 

"Kita dari IMM juga tak ikut turun ke jalan. Semoga Iqbal mendapat hidayah dari Allah SWT untuk merubah sikap dan perbuatannya itu," tutup Sulhan. 

Ketua Kompak Madina, Taufik Pulungan juga menekankan kepada seluruh kader dan mahasiswa di Madina untuk sama-sama bijak menilai apa tujuan aksi tersebut.

Sementara itu Erwin Efendi Lubis pada keterangan persnya menyebutkan yang ia hadiri itu bukan acara LGBT melainkan acara pesta ulang tahun, dan kehadirnnya di tempat tersebut hanya berdurasi lima menit saja dan tidak mengetahui secara detail susunan acara yang tersebut. 

"itu pun karena diminta sebagai perwakilan orang tua, dan karena dia saya anggap masyarakat saya juga, kalau menurut masyarakat saya salah menghadiri acara ulang tahun masyarakat, saya mohon maaf, tapi saya tegaskan, saya tidak tahu soal hiburan tari ular ada di sana," terang Erwin. 

Erwin juga mengatakan kecewa kepada Rihanna, karena telah menipunya dan mengorbankanny secara tidak langsung. (fadli/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini