dr.Salomo: Mohon Maaf, Itu Hanya Bincang-bincang Warung Kopi...

Sebarkan:

dr. Salomo Fajar Siahaan didampingi penasihat hukukmnya memberikan klarifikasi. (foto:mm/rasum)
SERGAI - dr.Salomo Fajar Siahaan menegaskan bahwa jika dirinya tidak pernah melecehkan profesi wartawan. Hal ini disampaikannya  didampingi penasihat hukum Jonizar,SH dan Wawan, SH, Senin kemarin di Sei Rampah, Kabupapten Serdang Bedagai (Sergai).

Klarifikasi ini disampaikan dr.Salomo menyusul berita salah satu media online yang menyebutkan dirinya mengatakan wartawan di Sergai bisa dibayar.

Dijelaskan Salomo, sebelumnya dia minum kopi di salah satu warung dan berbincang-bincang dengan seorang wartawan. Pembicaraan warung kopi ini menyerempet soal profesi wartawan hingga pandemi COVID-19.

Salomo menerangkan jika kondisi COVID-19 cukup tinggi. Dari 100 test PCR yang dilakukan terhadap tenaga medis di RSUD Sultan Sulaiman, 32 diantaranya positif. "Bincang-bincang warung kopi ini diduga direkam kemudian dijadikan sumber berita, sehingga terkesan saya melakukan konfrensi Pers bersama media," katanya.

Tentunya Salomo kecewa. Jika ingin konfirmasi harusnya wartawan langsung ke Direktur RSUD Sultan Sulaiman yang berwenang sesuai tupoksi. 

Termasuk juga soal pernyataan dirinya yang mengatakan wartawan di Sergai bisa dibayar. "Jadi pernyataan itu sebenarnya, bukan saya menyebutkan seluruh wartawan di Sergai itu bisa dibayar. Namun, ada oknum wartawan yang dapat dibayar. Lagian percakapan itu juga percakapan warung kopi bukan untuk bahan berita," ujarnya.

Salomo sendiri merasa kaget, ketika namanya muncul di media online menuding wartawan serta hasil positif tenaga medis. "Jadi, saya terkejut tiba-tiba naik di media. Bukan saya membela diri, karena saya tau mayoritas wartawan di Sergai tingkat idealisnya tinggi. Tapi ada oknum-oknum yang bisa dibayar," imbuhnya.

Oleh karena itu, Salomo meminta maaf terkait efek dari pemberitaan di media online yang menyebutkan bahwa wartawan bisa dibayar. "Maka saya mohon maaf, karena yang sebenarnya saya maksud adalah oknum wartawan," harapnya. (rasum/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini