Forkopimda Sibolga Komitmen Berantas Bom Ikan

Sebarkan:

SIBOLGA - Pemerintah dan aparat penegak hukum di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Koya Sibolga, berkomitmen memberantas illegal fishing menggjunakan bom ikan.

Komitmen disampaikan dalam acara konfrensi pers penangkapan dua orang terduga pelaku bom ikan di Mapolres Sibolga, Senin (31/1). Penangkapan kedua terduga pelaku bom ikan ini juga terkait ledakan bom ikan yang terjadi di gudang UD Beringin Sibolga pada Senin (24/1) lalu. 

Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja, metode penangkapan ikan dengan menggunakan bahan illegal seperti bom sangat tidak baik. Selain merusak ikan, juga merusak ekosistem laut serta mengancam masa depan anak cucu. 

"Bilamana masih ada masyarakat atau nelayan yang sekiranya masih menggunakan alat tangkap illegal, saya harapkan agar tidak menggunakannya lagi agar Kota Sibolga tidak identik dengan bom ikan," katanya. 

Hal yang sama disampaikan Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing. Ia berharap masyarakat dan nelayan tidak lagi menggunakan bahan illegal perusak ekosistem laut, seperti bom ikan dalam penangkapan ikan. 

"Bilamana ada masyarakat ataupun pemuda ataupun asosiasi nelayan yang ingin membuat forum diskusi, kita siap untuk memfasilitasinya. Bahkan informasi terkait bom ikan ataupun alat tangkap lainnya, akan kita sampaikan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” ujar Pantas. 

Sementara terkait insiden ledakan bom ikan yang terjadi di UD Beringin Sibolga tersebut, Pemkot Sibolga aku Pantas, telah melakukan berbagai upaya. Selain mengungsikan warga sekitar lokasi ledakan ke Isoter di Panomboman, Pemkot Sibolga juga menanggung seluruh biaya hidup para pengungsi selama berada di pengungsian dan juga menanggung seluruh biaya perobatan para korban di rumah sakit hingga sembuh. 

“Harapan kita, kejadian seperti itu tidak terulang lagi di masa mendatang. Apa bila ada warga yang mengetahui penggunaan bom ikan, silakan dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Kita pastikan di Sibolga tidak ada bom ikan lagi,” tegas dia.

Demikian juga ditegaskan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga, Letkol Laut (P) Syaifuddin Zuhri. Bahkan Zuhri mengapresiasi komitmen bersama lintas sektoral tersebut. 

"Sebagaimana pengadaan dan keberadaan bahan peledak pembuatan bom ikan memerlukan pengawas dan pemantauan dari semua pihak di darat. Sebab, kecenderungan bahan baku pembuatan bom ikan berasal dari darat," katanya. 

Pihaknya sendiri tegas Zuhri, senantiasa melakukan patroli di laut. Namun keterbatasan armada dan luas cakupan, membuat pihaknya tidak dapat maksimal ditambah ilmu kejahatan kerap selalu lebih tinggi.

"Namun sebagai komitmen, kita akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan atasan tertinggi selaku pemilik wilayah teritori yang lebih luas. Dan kemudian, silakan disampaikan kepada kami jika ada informasi. Sekecil apa pun informasi itu, sangat berarti,” tegasnya. (jhonny/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini