Miris, Proyek Kamar Mandi Sekolah Bernilai Ratusan Juta di Karo Terkesan Mubajir

Sebarkan:

Kondisi pembangunan fisik kamar mandi dan jambtan yang terkesan mubajir tak bisa dimanfaatkan. (foto/ist)
KARO - Proyek pembangunan kamar mandi dan jamban di sejumlah SD Negeri dan SMP Negeri yang menyedot anggaran sebesar Rp939.500.000, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020, terkesan mubajir karena tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.

Berdasarkan data di lapangan, proyek pembangunan kamar mandi dan jamban 7 unit, masing-masing 6 unit di SD Negeri dan 1 unit di SMP Negeri, diantaranya SD Negeri Ajinembah , SD Negeri Regaji, SD Negeri Situnggaling , SD Negeri Partibi Lama, SD Negeri Aek Hotang serta SD Negeri Lau Simomo  dan SMP Negeri I Payung di Batu Karang.

Sejumlah orang tua siswa yang ditemui mengakui dan merasa kesal karena jamban yang dibangun tidak dapat dipergunakan, sebab tidak dilengkapi air dan toren. "Airnya tidak ada, sehingga tidak bisa dimanfaatkan. Bahkan, jorok dan bau. jangankan guru, anak-anak saja tidak mau menggunakannya," kata orang tua siswa yang enggan namanya dipublikasikan, Selasa (8/2/2022).

Kepala Dinas Pendidikan (kadisdik) Kabupaten Karo, Dr.Drs. Eddi Surianta Surbakti,MPd, yang dikonfirmasi terkesan menggelak. Kadisdik justru membawa wartawan untuk mengkonfirmasikan persoalan ini kepada Kasi Kurikumul, Suparman Sembiring.

Suparman Sembiring ketika ditanyai mengenai proyek Jamban justru tidak paham masalah. "Mohon dicatat dimana saja pembangunan jamban, biar kita chek semua," pinta Kadisdik kepada Suparman, sembari buru-buru pergi. (gogo barus/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini