Tingkatkan Disiplin ASN, Syah Afandin Bergerak Cepat Ditengah Pandemi

Sebarkan:
Plt Bupati Langkat H. Syah Afandin melakukan sidak ruangan ASN dalam meningkatkan kinerja jajaran. (foto/ist)

DISIPLIN salah satu poin penting dalam meningkatkan etos kerja ASN untuk menaati peraturan sehingga program-program kerja dapat tercapai sebagaimana visi misi yang dicanangkan. Hal inilah yang dilakukan Plt Bupati Langkat H. Syah Afandin dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kinerja jajaran, Senin (7/2/2022) pagi.

"Disiplin sangat penting. Tanpa harus ada paksaan, ASN bekerja sesuai peraturan yang sudah ditetapkan sehingga program-program yang disusun sesuai visi misi untuk kesejahteraan masyarakat dapat terwujud sesuai yang diharapkan," tegas Plt Bupati H. Syah Afandin, ketika meninjau ruangan Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Daerah.

Dikatakan Syah Afandin, Kabupaten Langkat harus begerak cepat dan setara dengan kabupaten/kota lain di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kerja keras semua jajaran mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. "Langkat butuh team work yang kuat, berintegirtas serta ASN yang kreatif dan inovasif," pungkasnya, sembari berjalan memeriksa ruangan.

Syah Afandin juga mengaku bangga, dalam sidak pagi ini seluruh ruangan ASN tampak rapi dan 100 persen hadir sesuai waktu yang ditentukan.

Selanjutnya Plt Bupati Langkat mengikuti rapat zoom meeting rakor penanggulangan dan penanganan lonjakan pandemi COVID-19 serta evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bersama Gubernur Sumut Edy Rahmyadi dari ruangan LCC kantor Bupati.

Dijelaskan Syah Afandin,dalam rakor tersebut Gubernur Sumut menyampaikan poin penting, terutama adanya kenaikan kasus COVID-19 di Sumut, sekaligus mencegah varian baru Omicron. Untuk itu Gubernur Sumut memberikan arahan 10 poin penting dalam penanganCOVID-19 varian Omicron:

  1. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan secara hybrid 50% daring dan 50% luring, mulai 7 Februari 2022 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.
  2. Melakukan surveilans epidemiologi/penemuan kasus aktif COVID-19  di suatu pendidikan. 
  3. Pergantian sementara PMT terbatas jika positivity rate lebih besar sama dengan 5%.
  4. Melaksanakan Sweb RT- PCR acak pada pendatang dari Jakarta, Jawa dan Bali di bandara, pelabuhan dan terminal. 
  5. Melaksanakan percepatan Vaksinasi Boster COVID-19 kepada Lansia dan Komorbid. 
  6. Melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat di rumah ataupun di tempat ibadah. 
  7. Pembatasan jam operasional perbelanjaan/Mall sampai pukul 20:00 WIB.
  8. Pembatasan jam operasional rumah makan/Restoran dan Cafe sampai pukul 21:00 WIB. 
  9. Memastikan isolasi terpusat di daerah Kabupaten/Kota tetap aktif bagi pasien terkonfirmasi COVID-19.
  10. Memberi pelayanan telemendisin kepada pasien terkonfirmasi COVID-19 Kota Medan.

Penekanan juga disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta kepala daerah di Indonesia untuk siaga, terutama kesiapan rumah sakit agar benar-benar melakukan antisipasi. 

"Presiden Jokowi mengintruksikan agar rumah sakit benar-benar siap, mulai dari fasilitas hingga ketersiaan tempat tidur," kata Syah Afandin.

Oleh karena itu, Presiden menyarakan agar seluruh rumah sakit berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait fasilitas kebutuhan sehingga benar-benar mampu menampung pasien COVID-19.

Presiden juga mengintruksikan kabupaten/kota yang belum mencapai target vaksinasi 70% supaya dipercepat, terutama bagiLansia. Sebab 69% pasien yang meninggal karena belum di vaksin. "Untuk diluar Bali dan Jawa untuk dipercepat vaksinasi dosis II, terlebih untuk Lansia," sebut Afandin menyampaikan pesan Presiden. 

Untuk menyikapi intruksi Presiden dan Gubernur Sumut, Syah Afandin mengimbau seluruh jajaran untuk segera bekerja dan menjalankan intruksi tersebut, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan menghindarkan pandemi COVID-19 di bumi Langkat.

Destinasi Wisata Wajib Prokes

Destinasi wisata salah satu sektor peningkatan ekonomi bagi masyarakat Langkat. Namun begitu, kegiatan sektor wisata harus benar-benar mematuhui protokol kesehatan (Prokes) sebagaimana yang diterapkan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari pandemi COVID-19.

Sesuai arahan Presiden, sambung Syah Afandin, pariwisata andalan sebagaimana visi misi Kabupaten Langkat, akan segera dibuka dengan ketentuan tuntaskan vaksinasi serta patuh Prokes. 

"Harus ada kesepakatan antara penanggungjawab wisata dengan Satgas COVID-19, sehingga pengunjung benar-benar patuh dan taat Prokes. Barkot peduli lindungi juga harus disiapkan," kata Syah Afandin dalam pertemuan bersama pelaku wisata di ruangan Pola kantor Bupati.

Syah Afandin juga menyampaikan Pemprov Sumut mengucurkan dana Rp78 miliar untuk pengembangan destinasi wisata Bukit lawang dan Tangkahan. "Bahkan sejumlah Kepala Desa akan dibawa study banding ke Jogja dalam menambah wawasan membangun destinasi wisata alam," jelasnya.

Sementara Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Langkat, Nur Elly Heriani Rambe menjelaskan pemerintah pusat menargetkan 244 Desa wisata mandiri di seluruh Indonesia hingga tahun 2024. 

Saat ini terdapat 9 Desa Wisata yang ditetapkan, satu diantaranya Desa Wisata Religi yaitu Desa Besilam di Kecamatan Padang Tualang.

Kegiatan dihadiri Sekdakab Langkat dr. H. Indra Salahudin, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, Kasdim 0203/LKT Mayor Inf. Teuku Husaini mewakili Dandim 0203/LKT.

Kadis Kominfo H.Syahmadi, Kadis Pendidikan Dr.H.Saiful Abdi, Kalakhar BPBD Irwan Syahri, Plt.Kadis Kesehatan dr.Juliana, Kabag Prokopim Mahardhika Sastra Nasution, serta para pejabat dijajaran Pemkab Langkat lainnya. (red/ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini