BAH, DIA MINTA DIDUKUNG…

Sebarkan:

Choking Susilo Sakeh. (foto/dok)
PEKAN LALU, ada hal lucu di Sumatera Utara. Peristiwa lucu yang pertama, terjadi saat Rakorwil Nasdem Sumut (3/3/2022). Dan kedua, terjadi saat Rakerwil PKS Sumut sehari berikutnya. Di dua kesempatan ini, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi minta kedua partai politik itu untuk mendukungnya maju lagi pada Pilgubsu 2024

Bah, kok lucu?

Masa tugas Edy Rahmayadi atas amanah rakyat sebagai Gubernur Sumatera Utara priode 2019-2024, masih bersisa sekitar setahun tujuh bulan lagi. Sedangkan pemungutan suara Pilgubsu 2024, dijadwalkan sementara pada 27 November 2024. Idealnya, pernyataan Edy Rahmayadi di dua acara partai politik tersebut adalah meminta kedua partai itu untuk mendukung kerjanya sebagai Gubsu di sisa masa jabatannya tersebut. Menjadi lucu, karena Edy Rahmayadi malah meminta kedua partai politik tersebut untuk mendukungnya maju sebagai Calon Gubsu pada

Pilgubsu 2024.

Andai kinerja Edy Rahmayadi sebagai Gubsu memang baik dan menimbulkan decak kagum, Edy Rahmayadi tak perlu sampai “merengek” meminta dukungan secara terbuka kepada partai politik seperti yang dilakukannya tersebut. Edy Rahmayadi cukup duduk manis saja, namun di tangannya penuh dengan capaian prestasinya, maka dipastikan partai politik akan berduyun-duyun datang meminangnya untuk mereka usung kembali pada Pilgubsu 2024.

Tapi, begitulah, Edy Rahmayadi sepertinya sangat menyadari, bahwa tak ada kinerjanya yang bisa dibanggakan dan bisa menarik minat partai politik untuk kembali mengusungnya pada Pillgubsu 2024 nanti. Dengan demikian, tanpa rasa sungkan, Edy Rahmayadi pun merengek meminta agar partai politik mau mendukungnya maju kembali pada Pilgubsu 2024 nanti.

Yak, kesadaran Edy Rahmayadi terhadap kinerjanya sebagai Gubsu yang belum mampu dirasakan oleh masyarakat, sepertinya mendorong Edy untuk bekerja lebih keras lagi di masa-masa akhir jabatannya. Tapi, menjadi lucu, karena kerja

keras Edy Rahmayadi bukan untuk meningkatkan kinerjanya pada priode yang sedang dijalaninya. Melainkan kerja keras melakukan manuver, untuk mendapatkan dukungan dari partai politik untuk priode berikutnya.

Sumut Bermartabat

Sekedar pengingat, pada Pilgubsu 2019 lalu Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah (Eramas) meraih 3.291.137 suara, mengalahkan pasangan DJOSS (Djarot Syaiful Hidayat/Sihar Sitorus) yang memperoleh 2.424.960 suara. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumut saat ini sekitar 14,8 juta jiwa, berarti Eramas hanya didukung oleh sekitar 22,24 persen dari

Eramas mengusung tagline nan gagah : ‘Sumut Bermartabat’. Visinya adalah: “Sumatera Utara yang Maju, Aman dan Bermartabat".

Sedangkan Misinya adalah : Pertama, Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara yang Bermartabat dalam Kehidupan karena memiliki iman dan taqwa, tersedianya sandang pangan yang cukup, rumah yang layak, pendidikan yang baik, kesehatan yang prima, mata pencaharian yang menyenangkan, serta harga-harga yang terjangkau.

Kedua, Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara yang Bermartabat dalam Politik dengan adanya pemerintahan yang bersih dan dicintai, tata kelola pemerintah yang baik, adil, terpercaya, politik yang beretika, masyarakat yang berwawasan kebangsaan, dan memiliki kohesi sosial yang kuat serta harmonis. Ketiga, Mewujudkan   Masyarakat   Sumatera   Utara   yang   Bermartabat dalam Pendidikan karena masyarakatnya yang terpelajar, berkarakter, cerdas, kolaboratif, berdaya saing, dan mandiri.

Keempat,   Mewujudkan   Masyarakat   Sumatera    Utara    yang Bermartabat dalam Pergaulan karena terbebas dari judi, narkoba, prostitusi, dan penyeludupan, sehingga menjadi teladan di Asia Tenggara dan Dunia. Dan Kelima, Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Bermartabat dalam Lingkungan karena ekologinya yang terjaga, alamnya yang bersih dan indah, penduduknya yang ramah, berbudaya, berperikemanusiaan, dan beradab.

Berdasarkan Visi dan Misi tersebut, maka Prioritas Pembangunan Eramas adalah : Pertama, Peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan

lapangan pekerjaan; Kedua, Peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan. Dan Ketiga, Pembangunan infrastruktur yang baik dan berwawasan lingkungan; Keempat, Penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas; dan Kelima, Peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata.

Dan, Edy Rahmayadi sepertinya memang sangat menyadari, dia tidak akan mampu lagi berbuat banyak di dalam meningkatkan kinerjanya di sisa masa jabatannya. Sementara itu, dia masih bernafsu untuk kembali menjadi Gubsu priode 2024-2029. Maka, salah satu cara gampang, adalah dengan melakukan berbagai manuver. Diantaranya, adalah tanpa sungkan minta kepada partai-partai politik untuk mau mendukungnya lagi.

Bah, minta didukungnya dia…

*Penulis adalah jurnalis, warga Sumatera Utara.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini