Bank Indonesia Gelar Seminar G20

Sebarkan:

MEDAN - Bank Indonesia Menggelar Seminar G20 dipimpin  Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menggelar Seminar G20 Strategi Issues In G20 berlangsung  pada hari Senin (21/03/22) yang dihadiri beberapa pejabat tinggi BI di Indonesia.

Bank Indonesia (BI)  Memperkirakan Ekonomi di Dunia tahun 2022 ini akan tumbuh berkisaran 4,4 persen di tengah masa covid-19, katanya.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Proses pemulihan ekonomi global tidak selalu berjalan dengan mulus, katanya yang mengikuti dalam seminar tersebut antara lain.

Deputi Gebernur BI Doddy Budi Waluyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw.BI) Provinsi Sumatera Utara Doddy Zulverdi, Kepala Bank Indonesia Institute. Yoga Afandi, Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Causa Iman, Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto.

Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha BAKTI Kominfo. Dhia Anugrah Febriansa,

Ekonomi dan Pendiri CORE Indonesia. Hendri Saparini, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)Cabang Medan. Prof.Dr.Ramli, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda. Prov.Jawa  Tengah (Jateng). Peni Rahayu, Ketua Kamar Dagang  Industri Indonesia (KADIN)  Jawa Tengah. Herry Nuryanto, Akademisi UNHAS. Andi NB Masappe, Perwakilan Regional VII. Peronika, Peneliti Senior Indonesia Finansial Group. Ibrahim  Kholilul, CEO, PT.Hensel Davest Indonesia. Hendra David, dan Ekonomi Bank Permata. Josua Pardede.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan pentingnya agenda prioritas finanse track Presidence G20 yang yang dapat berperan dalam upaya mengatasi fenomena yang dimaksud. BI Meyakinkan. Ekonomi Indonesia akan lebih baik pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 4,7 - 5,5 %. Pada tahun 2022 didukung peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga, katanya secara daring dan melalui aplikasi zoom.

Pemulihan ekonomi global di Indonesia dibayangi tiga fenomena utama beberapa waktu terakhir. Pertama normalisasi kebijakan, negara maju yang memulai terindikasi dari kenaikan suku bunga AS. Yang kedua, pemulihan ekonomi diantaranya pemulihan di sektor dunia usaha dan upaya transpormasi di sektor riil Untuk mendorong daya saing dan produktivitas, serta transisi ke ekonomi hijau dan keuangan yang berkelanjutan. Ketiga, ketegangan geopolitik Rusia - Ukraina yang berdampak pada pemulihan ekonomi global berupa kenaikan harga-harga komoditas global, baik energi dan pangan yang berdampak pada inflasi di sejumlah negara.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara mengikuti  menyelenggara Seminar G20. Dengan bertajuk. "Seminar Strategic Issues In G20: Exit Strategi and Scarring Effect Post covid-19. Seminar G20 berlangsung diadakan di Hotel Adimulia Medan pada hari yang sama.(Rizal/MM)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini