Bank Indonesia Sumut Ajak Memajukan UMKM Dengan Digitalisasi

Sebarkan:

MEDAN - Untuk meningkatkan Produktivitas Bank Indonesia (BI) Sumut mengajak masyarakat  Semarak Digitalisasi Produktivitas memajukan UMKM, dalam digitalisasi berbagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM. 

Kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (KPwBI) Sumut Doddy Zulverdi dalam kata sambutannya Kamis (24/03/2022) di Kantor BI Sumatera Utara mulai pagi pukul 09.00 s/d 12.00 WWIB, secara virtual.

Tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh UMKM menjadi salahsatu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi, katanya.

Inklusi keuangan digital menjadi salahsatu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 demi mendukung tema "Recover Tagether, Recover Stronger." 

Dengan memanfaatkan digitalisasi, inklusi keuangan dapat didorong untuk meningkatkan produktivitas dan inklusivitas ekonomi yang berkesinambungan khususnya pada kelompok wanita dan kaum muda.

Selain itu, UMKM di Indonesia juga mampu beradaptasi dengan cepat dan beralih ke bisnis berbasis digital. Survei Bank Indonesia pada tahun 2021 mengungkapkan 20% UMKM Indonesia mampu memitigasi dampak pendemi dengan melakukan digitalisasi bisnis/usaha serta memanfaatkan media pemasaran online.

Pada Februari 2022, nilai transaksi  uang elektronik (UE) tumbuh 41,35 % (Yoy) mencapai Rp.27,1 triliun dan nilai-nilai transaksi digital banking meningkat Rp.46,53%  (Yoy) menjadi Rp. 3.732,8 triliun. 

Bank Indonesia pada tahun 2022 memproyeksi transaksi e.commerce naik menjadi Rp.526 triliun atau sebesar 31,2% dari capaian tahun sebelumnya yaitu Rp.401 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah salahsatu pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi, ungkap Doddy. 

Faktor kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online dapat mendukung UMKM dalam mempertahankan pendapatan dan bisnis di tengah pandemi covid-19, katanya.

Diungkapkan Doddy dalam Sistem Pembayaran Digital untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Khususnya QRIS. Sebagai otoritas monoter dan sistem pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang CEMUMUAH (Cepat, mudah, murah, aman dan handal, katanya.

Peningkatan akseptansi dan prepensi masyarakat dalam berbelanja secara daring perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan Bank Indonesia. Inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk pengembangan infrastruktur BI-FAST dan akseptasi transaksi QRIS melalui perluasan layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat.

BI-FAST merupakan layanan fost payment yang dikembangkan Bank Indonesia sejak Desember 2021 untuk menciptakan infrastruktur SP ritel nasional yang lebih aman, efesien, serta customer cantric melalui fitur operasional 24/7, setlement real time, notifikasi otomatis, proxy address,dan frond direction system. 

Berdasarkan ketentuan dari Bank Indonesia,biaya perbiaya pertransaksi dari penyedia Jasa Pembayaran ke Nasabah ditetapkan maksimal Rp.2.500. BI-FAST diharapkan dapat meningkatkan Efesiensi dalam bertransaksi bagi masyarakat umum dan pelaku usaha. BI terus mendorong terwujudnya SP digital melalui fost payment sebagai game Changer dalam mendukung pengembangan keuangan digital dan pemulihan ekonomi.

Guna meningkatkan konsumsi masyarakat, Bank Indonesia juga mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di berbagai komunitas. Bank Indonesia berkomitmen untuk mendorong jumlah pengguna QRIS melalui Program 15 juta pengguna baru di tahun 2022. 

Untuk mendukung capaian tersebut, Sumatera Utara ditargetkan dengan penambahan 980 ribu pengguna baru QRIS di akhir tahun 2022. Untuk itu Bank Indonesia bersama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran akan terus berupaya memberikan kemudahan dalam pemanfaatan transaksi non tunai di berbagai lapisan masyarakat. (rizal/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini