Presiden Jokowi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Afandin: Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Sebarkan:

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat kemarin

SEJALAN dengan kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Plt Bupati Langkat H. Syah Afandin mengajak masyarakat untuk membudayakan membeli produk-produk lokal (dalam negeri), termasuk UKM-UMKM. Hal ini tentunya untuk mendorong dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, Syah Afandin meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun instansi lainnya agar segera bergerak. Pemkab Langkat akan segera mengakomodir produk UMKM lokal dengan menyiapkan aplikasi e-Pasar, agar benar-benar dikenal publik. Dengan begitu maka market pasar produk lokal akan semakin luas.

"Kita mengajak para pelaku UMKM untuk mendaftarkan produk melalui e-Pasar, dan nantinya akan kita bantu untuk pemasaran dan promosinya sehingga jangkauan pasar semakin luas," kata Ondim, sapaan akrab Syah Afandin usai mendengarkan arahan Presiden Jokowi Widodo tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat kemarin.

Arahan Presiden Jokowi, sambung Ondim, menjadi momentum Kabupaten Langkat untuk bersinergi dan membangkitkan ekonomi masyarakat. "Aplikasi e-Pasar salah satu program Pemkab Langkat untuk mencintai produk-produk lokal. Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah untuk bersama-sama membangkitkan dan mencintai produk dalam negeri," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta anggaran BUMN untuk membeli produk dalam negeri.

Hal ini ditegaskan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia.

"Kita enggak usah muluk-muluk, dibelokkan 40 persen saja, 40 persen saja itu bisa memacu growth ekonomi kita, pertumbuhan ekonomi kita. Yang pemerintah dan pemerintah daerah bisa 1,71 persen, yang BUMN 0,4 persen. 1,5-1,7 (persen), BUMN-nya 0,4 (persen)," ucap Presiden.

Presiden menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi akan dengan mudah meningkat apabila konsisten untuk mengganti produk impor dengan membeli produk dalam negeri. 

Presiden juga mengatakan bahwa hal tersebut juga dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas."Pekerjaan ada di sana, bukan di sini. Coba kita belokkan semuanya ke sini. Barangnya kita beli barang dalam negeri, berarti akan ada investasi, berarti membuka lapangan pekerjaan. Tadi sudah dihitung bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan," tegas Presiden Jokowi.

Selanjutnya Presiden Jokowi menegaskan agar kementerian/lembaga untuk berhenti impor barang-barang dari luar. Sebab sebagian besar barang-barang tersebut telah diproduksi oleh industri dalam negeri.

"Ini kita ngerti enggak hal-hal seperti ini. Jangan-jangan kita semua enggak kerja detail, sehingga enggak ngerti bahwa yang dibeli itu barang impor. Buku tulis impor. Jangan ini diteruskan, stop. Sehingga melompat nanti kalau kita semuanya beli produk dalam negeri, meloncat pertumbuhan ekonomi kita," ucapnya.

Presiden pun menargetkan hingga Mei 2022, anggaran sebesar Rp400 triliun dapat digunakan untuk pembelian barang dari dalam negeri. Selain itu, Presiden meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam platform yang tersedia.

"Saya minta dan saya enggak mau ditawar-tawar lagi urusan yang Rp400 triliun di Mei. Segera juga dorong yang namanya UKM-UKM di daerah itu untuk masuk segera ke e-Katalog. Masukkan sebanyak-banyaknya," tandas Presiden.

Plt Bupati Langkat H. Syah Afandin hadir didampingi Sekretaris Daerah dr. H. Indra Salahuddin, M.Kes, MM, Inspektur H.Amril, S.Sos, M.AP, Kepala BPKAD Drs. M. Iskandarsyah, Kepala Bappeda Rina Wahyuni Marpaung S.STP, M.AP, Kabag Umpel Eka Syahputra Depari, S.STP, Kabag Prokopim Mahardika Sastra Nasution, M.AP, Kabid IKP M.Faisal, SE, M.I.Kom mewakili Kadis Kominfo H.Syahmadi, S.Sos, M.SP. (red/ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini