Sumut Jadi Provinsi Prioritas Penurunan Stunting Nasional

Sebarkan:

Wagubsu Musa Rajekshah yang juga Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting di Sumut menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Mhd Irzal di Medan, Selasa (8/3). (foto: mm/ist)
MEDAN - Pemerintah terus menunjukkan keseriusan dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Sebanyak 12 provinsi termasuk Sumut menjadi prioritas menjalankan rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah yang juga Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting di Sumut bersama Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Mhd Irzal mengaku optimis Sumut dapat mencapai target penurunan angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024.

“Saya yakin dan percaya kalau kita bergerak sesuai ketentuan dan kerja sama baik antar-OPD dinas terkait hingga nanti juga dengan Kemenag, dalam hal ini KUA, kita optimis target bisa terlaksana,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, usai menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut dan jajaran di Medan, Selasa (8/3/2022).

Lebih lanjut, Ijeck menyebutkan target kasus stunting harus turun 14% untuk Sumut dan juga nasional pada Juli 2024.

“Dalam kaitan ini kita harus bergerak by data yang sudah disiapkan secara nasional by Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sampai dengan petugas lapangan di setiap desa,” katanya.

Menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dikeluarkan Kemenkes, angka stunting di Sumut mencapai 25,8%. Angka kasus stunting tertinggi di Sumut ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) 47,7%, Kabupaten Padanglawas 42%, dan Pakpak Bharat 40%. (jumhana/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini