Muhaimin Kecam Kekejaman Israel di Palestina, Minta PBB Tegas

Sebarkan:

 

Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar. (foto/ist)
JAKARTA (MM) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengecam penyerangan yang dilakukan pasukan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat subuh dini hari, 15 April 2022.

Akibatnya, setidaknya 158 warga Palestina dikabarkan terluka dalam kekerasan ketika pasukan Israel menahan ratusan warga. "Saya mengecam keras setiap aksi kekerasan dan kekejaman yang dilakukan Israel kepada saudara-saudara kita di mesjid al-Aqsa Palestina. Apalagi dilakukan di tengah bulan Ramadan ini," kata Gus Muhaimin di Jakarta, Sabtu, 16 April 2022.

Wakil Ketua DPR RI ini menyebut Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya terus memaksakan perluasan kawasan kekuasaannya hingga menjadi sumber berbagai masalah di wilayah dan negara Palestina.

Dia meminta organisasi internasional sekelas PBB dan seluruh masyarakat internasional agar bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel.

“Saya dan tentu saja seluruh rakyat Indonesia terus membela dan mendukung rakyat Palestina ikut membela demi tegaknya kedaulatan Palestina dan bebas dari segala bentuk kesewenang-wenangan Israel. Saya juga mendorong PBB tegas memberikan sanksi ke Israel,” tutup Gus Muhaimin.

Video yang beredar online, menunjukkan warga Palestina melempar batu dan polisi menembakkan gas air mata dan granat. Yang lain menunjukkan jamaah membarikade diri mereka di dalam masjid di tengah apa yang tampak seperti awan gas air mata.

Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Jumat kemarin. Bentrokan terjadi ketika ribuan warga berkumpul untuk menunaikan ibadah salat selama bulan suci Ramadan.
Petugas medis mengatakan 158 warga Palestina terluka dalam kekerasan paling serius di kompleks Masjid Al-Aqsa dalam hampir satu tahun terakhir.

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem sering menjadi pusat kerusuhan Palestina-Israel. Bentrokan di lokasi tersebut tahun lalu turut berkontribusi memicu perang 11 hari antara kelompok Hamas dan pasukan Israel. Aksi kekerasan terbaru terjadi di waktu sensitif, di saat Muslim berpuasa di pekan kedua Ramadan dan saat umat Kristiani merayakan tri suci Paskah. (red/ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini