Putra Mahkota Saudi Telepon Xi Jinping, Singgung Uighur

Sebarkan:
Putra Mahkoda Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad Bin Salman. (foto:AFP/Brendan Smialowsiki)
MEDAN (MM) - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) menelepon presiden China Xi Jinping, yang salah satu diperbincangkan keduanya terkait wilayah Xinjiang, Jumat (15/4).

MbS mengaku mendukung langkah China terkait wilayah yang menjadi kediaman kelompok minoritas Uighur tersebut.

"[Arab Saudi] akan terus mendukung posisi absah China dalam isu-isu strategis, seperti isu di Xinjiang. Dengan tegas menentang campur tangan dalam urusan internal China dan dengan tegas melindungi hak semua negara untuk memilih jalur politik dan hak asasi manusia mereka sendiri secara independen," kata Pangeran MBS dilansir dari CNNIndonesia, Jumat.

Tak hanya itu, Pangeran MBS dan Xi Jinping memastikan kedua negara bersedia memperkuat kerjasama tingkat tinggi. Beberapa di antaranya menandatangani perjanjian untuk mensinergikan Visi Arab Saudi 2030 dengan program Belt and Road Initiative.

Kedua pemimpin negara itu juga bersedia memperdalam kerjasama di pelbagai bidang. Seperti ekonomi, perdagangan, transportasi, infrastruktur dan energi. Arab Saudi juga siap meningkatkan koordinasi dengan China dalam urusan internasional dan regional. Serta mendukung posisi China dalam isu-isu internasional dan regional.

Senada, Xi Jinping mengatakan China dan Arab Saudi akan terus memperkuat solidaritas, mempraktikkan multilateralisme dan menjaga tatanan internasional berdasarkan Piagam PBB.

Xi Jinping turut memastikan China siap bekerja sama dengan Arab Saudi untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. "Dan menegakkan keadilan internasional serta kepentingan bersama negara-negara berkembang," kata Xi Jinping.(red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini