GM PLN Optimis Keandalan Listrik Terjaga Selama Ramadhan dan Idul Fitri

Sebarkan:

MEDAN - PLN siap menjaga keandalan listrik selama Ramadan dan Idulfitri 2022 sehingga umat Islam di Indonesia khususnya di Sumut bisa menjalan ibadah puasa secara aman dan lancar tanpa adanya pemadaman listrik.

Demikian General Manager (GM) PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung didampingi Manajer Komunikasi dan TJSL Yasmir Lukman kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya,  Jumat (1/4/2022).

Dikatakannya, aman disini maksudnya secara teknikal saat ini sudah tidak ada kendala baik dari suplai cadangan listrik cukup bahkan masih surplus transmisi juga baik karena sudah dilaksanakannya pemeliharaan pada sebulan belakangan ini. Baik dari sisi pembangkitan dilaksanakan PLN UIKSBU, pemeliharaan jaringan PLN UIPSBU hingga ke distribusi PLN UIW Sumut dengan melaksanakan berambasan pohon pemeliharaan gardu induk, penggantian komponen JTM dan lainnya.

Ia juga memprediksi adanya kemungkinan kenaikan penggunaan arus listrik pada beban puncak tetapi masih bisa diatasi dengan surplusnya energi listrik belakang ini.

"Kita berharap kondisi cuaca di Sumut tetap baik tidak terjadi cuaca ekstrem sehingga masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan Ramadan mulai dari sahur, berbuka dan tadarusan berjalan aman dan lancar tanpa terjadi pemadaman," tegasnya sembari menyampaikan meski demikian PLN tetap menyiagakan 742 petugas Pelayanan Teknis (Yantek) di Sumut yang bisa dipantau langsung Command Center di Glugur. Juga ditambah backup dari  karyawan PLN sebanyak 345 orang yang siaga 24 jam.

"Ini sebagai antisipasi jika terjadinya pemadaman tidak terjadwal akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, pencurian batu lainnya," tukasnya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengimbau agar masyarakat bersikap hemat listrik, dengan mematikan alat elektronik jika tidak dipergunakan seperti TV dan lainnya, karena hemat listrik itu baik. 

Seperti diketahui saat ini energi listrik di Sumut yang disuplai dari pembangkit berkisar 3.500 MW. Sedangkan beban kelistrikan kita termasuk beban puncak berkisar 1.700 -1.800 MW . "Jadi masih surplus," ungkapnya seraya mengakui kemungkinan adanya peningkatan 5-10 persen pada masa puasa serta pemakaian AC karena cuaca belakangan ini yang cukup panas. Tetapi, ungkapnya, hal itu  tidak ada masalah dan bisa kita atasi. (rizal/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini