Wakil Wali Kota Sibolga Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2022

Sebarkan:
Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing, menyematkan tanda peserta pengamanan Idul Fitri 1443H/2022 kepada petugas, Jumat (22/4/2022). (foto:mm/ist)
SIBOLGA (MM) - Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Toba 2022 di lapangan Simare-mare, Jumat (22/4/2022).

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Waki Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, perayaan hari raya Idul Fitri sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersilaturahmi dengan keluarga serta sahabat.

Berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini, pemerintah memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakan Idul Fitri dengan berkumpul bersama keluarga, mudik tidak dilarang, dan tidak dilakukan penyekatan-penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

"Untuk itu, perlu kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi jelang operasi ketupat dan akan dilanjutkan kembali paska operasi ketupat pada 10-17 Mei 2022 untuk mengantisipasi arus balik yang mungkin masih terjadi serta penanganan Covid-19," kata Listyo. 

Namun Listyo meminta strategi penguatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 menjelang dan sesudah Idul Fitri 1443 H/2022 harus dapat dilaksanakan dengan baik, dengan melakukan imbauan dan mengawasi kedisiplinan masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan 3M dan mendorong pengelola tempat wisata untuk memastikan aplikasi 'Peduli Lindungi' terpasang dan benar-benar digunakan.

"Jika terdapat pengunjung yang belum divaksin, langsung diarahkan ke gerai-gerai vaksin terdekat. Jika pengunjung masuk kategori hitam, siapkan ruang isolasi sementara sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut," ucap Listyo. 

Lebih lanjut Listyo menekankan penjagaan dan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah Idul Fitri di masjid-masjid maupun di lapangan dan mengawasi terpenuhinya persyaratan perjalanan mudik pada berbagai moda transportasi agar masyarakat pengguna moda transportasi terlindung dari bahaya penularan Covid-19.

"Kemudian, lakukan testing, tracing, dan treatment (3T) terhadap kasus yang terkonfirmasi Covid-19 bersama satuan tugas (Satgas) Covid-19, TNI, dan pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan isolasi mandiri, isolasi terpusat, atau perawatan di rumah sakit rujukan sesuai dengan standar yang ada," tutur Listyo. 

Listyo juga menekankan, pelaksanakan random check swab antigen kepada para pelaku perjalanan dan penyiapan pelayanan vaksinasi serta isolasi sementara di Pos Pam serta melakukan percepatan program vaksinasi terutama pada kabupaten/kota yang belum mencapai target dan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas serta sosialisasi melalui media secara masif, sehingga masyarakat dapat mengatur rencana perjalanannya. 

"Jika langkah-langkah tersebut dapat dilakukan dengan baik, saya yakin arus mudik maupun balik dapat berjalan lancar dan laju penyebaran Covid-19 dapat terkendali," pungkas Listyo. 

Apel gelar pasukan tersebut dihadiri Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja, Danlanal Sibolga, Letkol Laut (P) Cahyo Pamungkas, Dandim 0211/ TT diwakili Danramil 06/Kota, Mayor (Inf) A Saruksuk, Sekdakot Sibolga, M Yusuf Batubara, dan lainnya. 

Operasi ketupat 2022 ini akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai 28 April-9 Mei 2022 dengan fokus pengamanan di masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api (KA), dan bandara. (jhonny simatupang)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini