AHY, Lokot dan Demokrat Sumut

Sebarkan:

Aulia Andri, Wakil Ketua Tandfiz PC Nadhlatul Ulama (NU) Kota Medan, Anggota Bawaslu Sumut 2013-2018. (foto/ist)
KAMIS (12/5) pekan lalu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik secara resmi Muhammad Lokot Nasution sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumut. Gegap-gempita pelantikan Lokot Nasuton sebagai nahkoda baru Partai Demokrat Sumut saya saksikan lewat berbagai chanel media. 

Usai pelantikan, saya juga bertemu Kahfi Siregar, salah satu pengurus DPP Partai Demokrat di sebuah tempat. Dia menceritakan kemeriahan pelantikan Lokot yang dihadiri lebih dari lima bupati/walikota serta Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Menurut Kahfi, ini jelas bentuk dukungan moral serta harapan bagi Partai Demokrat di Sumut kembali meraih kejayaannya.  

Sepekan sebelumnya, saya juga bertemu Lokot Nasution serta Syahrial Nasution dalam sebuah undangan silaturahmi makan siang. Dalam pertemuan tersebut, Lokot bercerita tentang rencana-rencana besarnya membangun Partai Demokrat di Sumut. Ia juga menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat AHY menahkodai partai ini di Sumut. 

Saya berpendapat, Lokot Nasution merupakan sosok yang tepat memimpin Partai Demokrat Sumut. Saya mengenal Lokot Nasution sejak beberapa tahun silam. Jauh sebelumnya, saya mengenal Syahrial Nasution yang merupakan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat. Syahrial merupakan sekondan Lokot Nasution. Duo Nasution inilah yang menurut saya memberi "nafas baru"  Partai Demokrat Sumut.  

Sejak awal, saya sudah memprediksi terpilihnya Lokot Nasution sebagai Ketua Demokrat Sumut. Dalam beberapa pertemuan dengannya, saya selalu memanggilnya dengan istilah "Ketua". Lokot mempunyai banyak kelebihan untuk duduk sebagai Ketua Demokrat Sumut. Ia adalah putera asli Sumut yang besar di Medan. Lokot menamatkan sekolah menengah atasnya di SMAN 3 Medan. Ayahnya seorang saudagar yang membuka usaha di Pusat Pasar Medan. Lokot juga masih paruh baya. Usianya baru memasuki awal 40 tahun. Dia mempunyai energi berlebih untuk berkeliling di 33 kabupaten/kota di Sumut untuk membesarkan partai ini.  

Semangat kemudaan Lokot, tentu sejalan dengan tagline dan pidato politik AHY sebagai Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, 3 Agustus 2018 silam. Dalam orasi politik bertajuk “Muda adalah Kekuatan” di Djakarta Theater itu, AHY secara tegas dan gamblang menyatakan," Malam ini, saya berdiri di sini, untuk berbagi dan membangun kesadaran kita semua tentang pentingnya peran anak muda. Muda adalah kekuatan. Ada sebagian orang mengatakan, saya terlalu muda untuk melakukan sesuatu. Ya, saya memang muda. So what?" Itulah cukilan kalimat AYH yang secara eksplisit mengajak anak-anak muda berperan dalam politik. 

Apa yang diikrarkan AHY sekitar 4 tahun silam itu kini diwujudkan di Sumut. Menunjuk Lokot Nasution menjadi nahkoda Partai Demokrat di Sumut yang merupakan salah satu dari lima provinsi terbesar di Indonesia. Kerja Lokot Nasution untuk Partai Demokrat tentu harus menjadi barometer partai ini di Indonesia. Dan itu menjadi tugas berat Lokot Nasution. Namun, saya meyakini, Lokot Nasution akan mampu melebihi itu semua. Dia akan menjadikan Partai Demokrat Sumut sebagai role model bagi pemenangan Partai Demokrat di Indonesia.  

Akhir kata, saya ingin mengucapkan selamat untuk Lokot Nasution memimpin Partai Demokrat Sumut. Semoga hadirnya Lokot Nasution membangkitkan semangat anak-anak muda untuk berkiprah secara nyata di Sumut, karena Muda adalah Kekuatan! 

Penulis: Aulia Andri, Wakil Ketua Tandfiz PC Nadhlatul Ulama (NU) Kota Medan, Anggota Bawaslu Sumut 2013-2018.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini