Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Paluta, Polres dan Kodim 0212 Sosialisasi PMK

Sebarkan:

Tim Kesehatan Hewan Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Paluta indentifikasi kesehatan sapi milik kelompok tani ternak Al Abror, Sihopuk Baru, Halongonan Timur, Selasa (25/5/2022). (foto: mm/Yasir Harahap)
PALUTA (MM) - Mewaspadai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah mewabah di Provinsi Jawa Timur dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bersama gelar sosialisasi PMK kepada peternak sapi, Selasa (24/5/2022).

Kali ini, Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Paluta bersama dengan Polres Tapsel dan Kodim 0212 TS mengunjungi kelompok tani ternak Al Abror di desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Paluta.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pembina kelompok tani ternak Al Abror, H Sarif Simamora, kelompoknya terdiri dari 60 orang pengangon dan jumlah sapi lebih kurang 205 ekor yang berada di lahan kebun sawit miliknya.

Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Paluta Sapri Dewasa Simamora S.Pi MM mengatakan sosialisasi digelar agar para peternak mempunyai pengetahuan luas tentang wabah PMK.

"Saya harap, bapak ibu bisa menjadi duta bagi peternak lainnya tentang ciri-ciri dari ternak yang mengarah kepada penyakit dan mulut atau PMK bagi peternak lainnya," kata Sapri Simamora.

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj yang diwakili oleh Kabag Ops, Komisaris Polisi Abdi Abdillah saat pemaparannya di hadapan para peternak menyampaikan betapa pentingnya dilakukan sosialisasi tentang PMK ini.

"Agar supaya ternak kita sehat. Saya tidak mungkin mengajari bapak ibu bagaimana cara merawat sapi yang baik. Nanti dari pihak terkait (Dinas) atau tim dokter akan memaparkan tentang ciri-ciri dari PMK dan cara merawat ternak, bapak-ibu," ujar Kompol Abdi Abdillah yang mengaku tidak merasa asing lagi dengan aroma menyengat dari kotoran sapi.

Hal senada disampaikan oleh Dandim 0212 TS Letkol Inf Rooy Candra Sihombing yang diwakili oleh Pabung Paluta Mayor Inf Takbir Dahilu. Pria asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara ini mengimbau agar peternak memperhatikan kebersihan kandang ternak dan memberikan pakan yang baik. "Harapannya, semoga wabah PMK tidak sampai ke wilayah kita Padang Lawas Utara," katanya.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, drh Samsul Bahri Siregar di hadapan para peternak memaparkan tentang penyakit yang disebabkan oleh virus RNA jenis aptovirus dari famili Picornaviridae ini.

Samsul menyebutkan, gejala klinis PMK antara lain adalah gangguan atau erosi pada mukosa mulut, lepuhan pada lidah, serta erosi pada gusi dan mulut serta nostril atau cermin hidungnya. "Selain di area mulut gejalanya juga terlihat pada kuku yang mengalami peradangan," imbuhnya.

Meskipun begitu, drh Samsul menyebutkan agar para peternak untuk tidak panik dalam mewaspadai wabah PMK tersebut. Karena, katanya, hewan yang terjangkit virus PMK dagingya masih layak untuk dikonsumsi asal sesuai dengan standard memasak.

"Kepada bapak ibu sekalian, bila menemukan gejala yang mengarah kepada PMK dapat menghubungi Posko Siaga penanggulangan wabah PMK di kantor dinas perikanan, peternakan dan kesehatan Paluta atau menghubungi kontak person 085276230006 dan 082368880887," pungkasnya.

Turut serta dalam sosialisasi ini Kanit Reskrim Polsek Padang Bolak Iptu Mulyadi, Kanit II Sat Reskrim Polres Tapsel Iptu Aswin Manurung, Danramil 05 PB Kapten Inf Jungkarnaen Siregar. (Ahmad Yasir Harahap)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini