Kanim Polonia Hadiri Rapat Terpadu Pengawasan Bersama Pemkab Deliserdang

Sebarkan:
Kepala Imigrasi Kelas I TPI Polonia Yan Wely Wiguna dalam forum rapat terpadu Pemkab Deliserdang. (foto/ist)
DELISERDANG (MM) - Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Polonia, Yan Wely Wiguna menghadiri rapat terpadu pengawasan organisasi kemasyarakatan bersama triwulan I Pemkab Deliserdang.

Rapat terpadu dibuka langsung Sekretaris Kesbangpol Pemkab Deliserdang, Drs. Surya Bangun Muda Harahap, di Hotel Thins  Inns, Selasa (31/5/2022).

Hadir dalam kegiatan ini, Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya, Agama dan Ormas Bakesbangpol Deliserdang, Yusniari Harahap, Seksi intel Kodim 0204/DS Kapten (Inf) M. Yasir Arif,  Seksi Kodim 0201 Medan Mayor (Inf) Ahmad Muzani, Ch, Kanit III Sosbud Polresta Medan Aiptu Rudianto, Kanit III Sosbud Intel dan Keamanan Polresta Deliserdang, Iptu A. Situmorang, Kanit I satuan Intelijen Polres Pelabuhan Belawan Ipda Rudi Pramuda, Kabid Intelijen penindakan Kantor imigrasi kelas I khusus Medan, Hendrya Widjaya, Kepala seksi intelijen dan penindakan Kantor Imigrasi kelas II Belawan Feri Amdanil.

Kepela Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Yan Wely Wiguna mengapresiasi terselenggaranya rapat terpadu lintas instansi yang digelar Pemkab Deliserdang. Pertemuan ini sambung Wely, untuk menyatukan persepsi atau tujuan dalam melakukan pengawasan. "Sinergitas dan koordinasi yang dilakukan dapat mengevaluasi sekaligus mendeteksi dini masalah-masalah yang akan terjadi maupun yang terjadi sehingga dapat teratasi dengan baik dan tepat," sambung Wely usai pertemuan.

Dari pertemuan ini, tidak ditemukan permasalahan menonjol terkait keimigrasian di wilayah kerja Imigrasi Kelas I TPI Polonia. "Tupoksi Imigrasi hanya melakukan pengawasan pergerakan orang asing atau WNA," jelasnya.

Seperti baru-baru ini diberitakan ada diduga WNA melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Medan.

"Penyelidikan tim intelejen imigrasi menemukan fakta bahwa terduga orang asing tersebut merupakan anak kawin campur penderita autis. Akan tetapi tim masih menyelidiki kewarganegaraan, orang tua, dan alamat orang asing tersebut," paparnya.(bari) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini