Survei SGI, Prevalensi Stunting di Batubara Tembus 30,9 Persen

Sebarkan:
Wabup Batubara didampingi Wakil Ketua TP PKK dalam kegiatan apel siaga TPK. (foto/ist)
BATUBARA (MM) - Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima mengikuti apel siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Nusantara Bergerak Tingkat Nasional, yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kamis (12/5/2022).

Kegiatan yang digelar secara virtual di rumah dinas Bupati, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), drg. Wahid Khusyairi, MM, Wakil Ketua TP-PKK Batubara, DPRD Batubara, Kejari Batubara, Danramil 02/AP, Danramil 03/LP, Danramil 04/TL, serta sejumlah OPD. 

Kegiatan ini bertujuan agar angka stunting di seluruh Indonesia menurun, sehingga target BKKBN pada 2024 dapat mencapai 14 persen. 

Sementara itu, Deputi BKKBN, Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, menyampaikan bahwa melalui momentum tersebut diharapakan penanggulangan stunting dapat tercapai dengan baik. 

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Batubara sebesar 30,9%. Untuk menepis angka tersebut, atas arahan dari Bupati Zahir, Dinas Kesehatan P2KB Batubara melakukan penimbangan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) secara massal kepada lebih dari 90% balita. Hasilnya, angka stunting berada diangka 18,35%.

Kadinkes Batubara, Wahid Khusyairi mengatakan, hasil yang didapat dari penimbangan tersebut merupakan angka awal untuk memenuhi target nasional yakni 14 persen.

“Diharapkan dengan angka tersebut, Pemerinttah Batu Bara akan menurunkan angka stunting sekitar 2% setiap tahunnya sampai tahun 2024. Ini langsung arahan Bupati Zahir kepada seluruh jajaran di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB,” jelas Wahid. 

Wahid Kembali menjelaskan bahwa Kabupaten Batubara memiliki 888 TPK yang akan bertugas mendata dan melakukan pendampingan pada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga resiko tinggi stunting.

“Hadirnya TPK untuk memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan kepada calon pengantin sehingga memenuhi syarat untuk menjadi calon pengantin yang sehat dan siap hamil, sehingga bayi yang dilahirkan terhindar dari stunting. Di Batu Bara juga tersapat 888 TPK yang tersebar di seluruh desa bahkan dusun,” lanjut Wahid. 

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian data verifikasi dan validasi keluarga beresiko stunting oleh Wakil Bupati Oky bersama dengan Kadis Kesehatan. Hal tersebut menandakan bahwa TPK sudah resmi untuk bertugas di masing-masing daerah.

Acara diakhiri dengan pemberian bantuan sembako kepada 10 orang yang merupakan keluarga beresiko stunting. 

Dalam meningkatkan pelayanan aparatur pemerintah atas pelayanan publik terkhusus untuk penanganan stunting, Bupati Zahir selalu mengingatkan untuk melakukan pendataan yang akurat dan terupdate sehingga dapat mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat yang sejalan dengan misinya. (zainuddin zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini