Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Berbagai Negara: Perayaan, Fesival Bedug Hingga Hidangan Lezat

Sebarkan:
Suasana Salat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Lapangan Merdeka Medan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saling bersalam-salaman. (foto/ist)
MEDAN (MM) - Akhir bulan Ramadan dan awal Hari Raya Idul Fitri semakin dekat. Aura kemeriahan yang dirasakan sepanjang bulan suci Ramadan mencapai puncaknya di awal Lebaran.

Umat Muslim berdandan dengan pakaian baru di seluruh dunia dan bertukar hadiah, mengunjungi keluarga dan tentu saja menikmati kelezatan beragam kuliner khas Lebaran. Selain perayaan biasa, setiap negara memiliki tradisi Idul Fitri yang unik. Berikut ini adalah tradisi unik perayaan Idul Fitri dari seluruh dunia sebagaimana dilansir dari lama tempo.co:

1. Indonesia

Idul Fitri juga disebut sebagai Lebaran di Indonesia dan mereka merayakan Idul Fitri dengan megah. Orang membuat kue tradisional seribu lapis yang disebut lapis legit. Kerumunan besar menabuh genderang, menyalakan petasan, membawa obor di jalan-jalan hingga perlombaan memukul bedug pada malam Lebaran. Selain itu, mal akan penuh sesak karena orang-orang mengejar barang diskon di menit-menit terakhir. Biasanya, penjualan industri fesyen Islami mengalami lonjakan 20-30 persen selama musim perayaan. Kuliner khas seperti ketupat, opor ayam hingga rendang dan kue-kue kering akan hadir di meja makan untuk disantap bersama keluarga.

2. Malaysia

Orang Malaysia merayakan hari raya Idul Fitri yang menggembirakan ini dengan melakukan perjalanan ke kampung halaman mereka pada hari sebelum Idul Fitri. Sehari sebelum festival akan menjadi waktu tersibuk bagi mereka. Orang Malaysia akan mendekorasi rumah mereka dengan pelita (lampu minyak) dan menyiapkan hidangan tradisional. Ketupat, Kuih Raya, lemang, rendang.dan lainnya adalah hidangan yang populer. Rumah terbuka adalah tradisi lama Malaysia. Rumah-rumah terbuka untuk semua orang (terlepas dari status dan agama mereka) untuk menikmati makanan lezat dan waktu yang menyenangkan.

3. Arab Saudi

Pada kesempatan Idul Fitri, warga Saudi berbagi kegembiraan melalui sejumlah acara meriah dan kegiatan rekreasi. Negara ini didekorasi secara mewah sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri. Keluarga dan teman-teman biasanya berkumpul untuk makanan khusus Idul Fitri. Sebelum disajikan, anak-anak keluarga biasanya berdiri di depan setiap anggota keluarga dewasa yang memberikan Riyal (mata uang Saudi) kepada anak-anak. Ada satu lagi tradisi unik tentang Idul Fitri di Arab Saudi, yaitu penduduk setempat meninggalkan beras dalam jumlah besar dan barang-barang lainnya secara anonim di pintu gerbang orang-orang yang kurang beruntung.

4. Turki

Di Turki, Idul Fitri juga dikenal sebagai Seker Bayram yang berarti Pesta Gula. Negara ini memiliki tradisi menyebut semua festival yang dirayakan secara nasional sebagai “bayram”. Kegembiraan Idul Fitri bercampur dengan tradisi nasional. Bahasa Turki biasanya menyapa satu sama lain dengan "Bayraminiz m├╝barek olsun" atau "Bayraminiz kutlu olsun" ("Semoga Bayram Anda diberkati"). Mutlu Bayramlar (“Happy Bayram”) juga merupakan pernyataan lain untuk bersukacita dalam perayaan. Setelah doa dan pertemuan keluarga, anak-anak biasanya menerima berbagai kelezatan hidangan Turki. Perayaan berakhir dengan pertemuan, sapaan dan merayakan acara dengan orang-orang terdekat dan tersayang.

5. Uni Emirat Arab

Warga UEA merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan Ouzi, hidangan lokal penting yang disiapkan khusus untuk perayaan tersebut. Ini adalah hidangan yang perlu dimasak lama, di mana daging kambing yang lezat dicampur dengan nasi dan dihiasi dengan kacang pinus goreng. Selain itu, negara ini menyelenggarakan acara dan pertunjukan budaya yang luar biasa seperti trik sulap, taman bertema yang didekorasi, pertunjukan tari dan masih banyak lagi. Seluruh warga UEA mengantar perayaan baru dengan ratusan acara selama periode Lebaran. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini