DPRD Minta Bupati Simalungun Tidak Biarkan Gesekan Masyarakat dan Perkebunan

Sebarkan:

Sejumlah masyarakat menghadang aktvitas alat berat di areal kebun teh Bah Butong, Simalungun. (foto/ist)
SIMALUNGUN (MM) - Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga diminta tidak membiarkan pergesekan warga dengan pihak perkebunan terkait konversi tanaman teh ke kelapa sawit di kebun Sidamanik.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Simalungun, Bernhard Damanik, mengatakan, Bupati Radiapoh harus tegas apakah memang sudah mengeluarkan ijin konversi tanaman teh menjadi sawit di kebun Sidamanik.

"Bupati Simalungun jangan membiarkan terjadi konflik antara masyarakat dan pihak perkebunan di Sidamanik, sebaiknya bupati tegas. Jika memang belum ada ijinya konversi jangan dilakukan dulu, kalo memang sudah ada ijinnya dan kajiannya juga tepat silahkan," kata Bernhard, Rabu (29/6/2022).

Dia berharap Bupati Simalungun tidak slow respon menangapi semakin memanasnya persoalan penolakan konversi teh ke sawit, yang selama ini sepengetahuan DPRD belum ada ijinnya dari bupati.

Secara khusus dia juga mengingatkan bupati Simalungun untuk mencermati kemungkinna hilangnya lambang daun teh dari logo daerah terkait konversi teh ke tanaman kelapa sawit.

Sehari sebelumnya masyarakat menghadang pengoperasian 5 unit buldozer yang akan melakukan pembersihan di lahan teh kebun Bah Butong Sidamanik.

Aksi itu dilakukan warga karena aspirasi penolakan yang dilakukan terkait konversi teh ke tanaman kelapa sawit tidak ditanggapi oleh pihak perkebunan. (davis)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini