GoSend Luncurkan Buku Kiat Jitu Jadi Best Seller di Era Digital dan Layanan GoSend Sameday di Kota Medan

Sebarkan:
Peluncuran buku ‘Kiat Jitu Menjadi Best Seller: Dukungan GoSend untuk Pertumbuhan UMKM di Era Digital’ di Kota Medan.(foto/ist)
MEDAN (MM) - GoSend layanan on-demand logistik terdepan di Indonesia, menggelar acara peluncuran buku ‘Kiat Jitu Menjadi Best Seller: Dukungan GoSend untuk Pertumbuhan UMKM di Era Digital’ di Kota Medan. 

Buku ini merupakan bagian dari kampanye #BestSellerGoSend yang bertujuan untuk memperkaya ilmu bisnis dan pemasaran para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. Acara ini juga sekaligus menandai diluncurkannya layanan GoSend Sameday di kota Medan.

Buku ini merangkum lanskap dan berbagai strategi bisnis UMKM di era digital, mulai dari strategi menangkap peluang dan merintis usaha baru setelah pandemi, strategi social selling yaitu teknik berbisnis masa kini yang mengandalkan kreativitas dalam berkomunikasi melalui sosial media, hingga tips membangun loyalitas konsumen.

Saat menghadiri acara peluncuran buku yang digelar di Toko Buku Gramedia di Manhattan Time Square ini, Pakar Hukum Bisnis Unika Santo Thomas Medan, Christopher Panal SH, M. Hum menyatakan bahwa kehadiran buku ini merupakan sebuah bentuk dukungan dari Gojek bagi UMKM di kota Medan.

Christopher mengatakan, berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI tahun 2021 silam, kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan sekitar Rp 9,9 triliun di tahun 2021 atau setara dengan 4,1% PDRB untuk kota Medan. 

Kontribusi besar ini menunjukkan peran penting UMKM dalam pemulihan ekonomi di tingkat lokal pasca-pandemi. Di saat kita bergerak ke situasi pasca pandemi, pelaku UMKM perlu membaca perubahan dan tantangan serta peluang apa saja yang menanti di depan mereka, khususnya di era digital. 

Untuk mencapai hal ini, para pelaku UMKM tanah air membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan, mulai dalam bentuk peraturan yang suportif, ekosistem digital yang mumpuni, hingga mentoring, knowledge transfer, dan support system dari sesama pelaku usaha.

Dalam penulisannya, buku ini melibatkan sejumlah pakar di bidang bisnis dan pemasaran, khususnya di sektor UMKM agar dapat menyajikan materi yang tepat guna. Selain itu buku ini juga dilengkapi dengankisah inspiratif dari para #BestSellerGoSend yang membagikan pengalaman serta tips dan trik lika liku berwirausaha. 

Sejumlah pakar bisnis dan UMKM terlibat dalam penyusunan buku ini, diantaranya:  Prof. Rhenald Kasali Ph.D. - Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Indonesia (FEB UI), Yuswohady - Praktisi dan konsultan marketing di Inventure yang telah menulis 60 buku laris bertema bisnis dan pemasaran, Yudo Anggoro - Kepala Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB Kampus Jakarta dan Direktur Center for Policy and Public Management SBM ITB.

Selain itu ada,  Wulan Ayodya - Konsultan wirausaha, Founder lembaga kursus UMKMKU, serta penulis buku bertema kewirausahaan terbitan Elex Media Komputindo, Arief Ardinugroho - Konsultan bisnis dari Funtastic Consulting dan penulis buku bertema kewirausahaan terbitan Elex Media Komputindo.

Diluncurkannya buku ini melanjutkan upaya berkelanjutan GoSend dalam mendukung pelaku UMKM social seller meningkatkan skala bisnisnya. Pada tahun 2021 lalu, riset oleh Lembaga Demografi FEB UI menemukan bahwa mayoritas konsumen (76%) di kota Medan mengatakan bahwa mereka selalu memanfaatkan layanan GoSend. 

Sinergi layanan logistik yang handal dan partner e-commerce pun turut menjadi pilihan bagi para seller, dimana melalui data internal GoSend yang mencatat kenaikan transaksi Q1 2022 GoSend di Tokopedia sebanyak lebih dari 2x lipat dibandingkan tahun lalu, dan jumlah seller UMKM pengguna GoSend di Tokopedia yang naik 65% pada periode yang sama.

District Head Gojek Medan, Sahli Adrian Fauzi, mengungkapkan, “Saat ini, jumlah UMKM yang sudah onboarding ke ekosistem digital mencapai 17,2 juta (Desember 2021) dan diharapkan pada tahun 2024 jumlahnya bisa mencapai 30 juta. Di Medan sendiri, 1 dari 5 mitra UMKM adalah pengusaha pemula yang langsung go-digital. Data internal GoSend juga mencatat kenaikan transaksi Q1 2022 GoSend Tokopedia di Medan sebanyak lebih dari 4.8 kali lipat (483%) dibandingkan tahun lalu. 

Dengan pandemi yang mengakselerasi para pelaku usaha untuk go-digital, PR penting bagi para social seller adalah untuk beradaptasi dan cepat dalam belajar dalam melakukan social selling. Dikemas secara ringan buku ini terdiri dari 4 bab utama yang mencakup perpaduan wawasan bisnis dari para pakar di bidang UMKM dan pemasaran, serta kisah sukses para 

#BestSellerGoSend, yaitu:

Memulai Usaha Baru Sejak Pandemi,Berawal dari Social-Selling, Lika-liku Bisnis untuk kategori F&B, Fashion, Art Craft,  Tips Penting dari Seller untuk Sellers yang meliput Brand Activation, Content Creation & Risk Management.

Diterbitkan Elex Media Komputindo, buku ini juga memuat informasi mengenai program #BestSellerGoSend, dimana para seller dapat bergabung dan mendapatkan promo spesial, program loyalty, welcoming kit, Best Seller Award, hingga kegiatan sosialisasi dan edukasi agar jualan semakin laris. Seluruh hasil penjualan buku BestSeller akan digunakan sepenuhnya untuk program pengembangan UMKM oleh GoSend.

Sementara itu, VP Corporate Affairs Regional Gojek, Arum Prasodjo menambahkan, “Sebagai bentuk dukungan kami untuk pengembangan UMKM di Indonesia, selain inisiatif BestSeller, GoSend turut menghadirkan inovasi layanan melalui perluasan area GoSend Sameday yaitu solusi pengiriman yang hemat, cepat dan terpercaya. Layanan pengiriman satu hari sampai ini merupakan pilihan yang lebih ekonomis bagi para pelaku usaha dan juga pengguna GoSend di Medan. 

Melengkapi layanan GoSend Instant untuk pengiriman 1-2 jam sampai setelah pengambilan, layanan GoSend Sameday memiliki durasi pengiriman 6-9 jam, dan dapat dipesan pada pkl 7.00 hingga pkl 17.00 di Tokopedia. Pengguna dapat mengirimkan barang dengan ukuran dimensi 40 x 40 x 20 cm dan limitasi berat 7 kg. Layanan ini telah hadir di Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan kini di Medan, Jogjakarta dan Semarang.(arie/ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini