Ibu-ibu Kelola Sampah Aqua di Langkat Bikin Sampah Jadi Berharga

Sebarkan:

 


LANGKAT - Ibu-ibu dari lima dusun di Desa Pasar VI Kwala Mencirim Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat terus giat mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan jenisnya masing-masing.

Sampah itu berasal dari rumah-rumah penduduk di Desa Pasar VI Kwala Mencirim yang kemudian dikirim ke bank sampah 'Sampah itu Berharga (SIB)' di tepi jalan raya Binjai - Namu Ukur. 

"Saat ini bank sampah SIB menerima sampah dari lima dusun di desa Pasar VI Kwala Mencirim. Sampah yang kami terima kemudian ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan sampah tiap anggota. Saat ini, ada sekitar 70 anggota nasabah yang aktif yang menerima atau mengumpulkan sampah dari sebagian besar penduduk desa yang memberikan manfaat pada 1.500 KK. Sampai dengan Mei 2022, bank sampah telah mengumpulkan 1,3 ton sampah plastik dan 3,1 ton sampah non plastik," ucap Ketua Bank Sampah SIB, Muhammad Jamil (47) warga Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kamis (16/6/2022).

Ia menambahkan umumnya anggota bank sampah mengambil tabungan itu dalam bentuk uang menjelang hari raya Idul Fitri atau hari besar lainnya.

"Alhamdulillah, yang dulunya sampah itu dibuang dan mencemari lingkungan. Sekarang setelah dikumpulkan dan dipilah dapat mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat," bebernya.

Dikatakannya, manfaat ekonomi yang dirasakan para anggota SIB itu membuat mereka terus bersemangat mengumpulkan sampah yang kemudian dijual ke bank sampah induk di Medan dan Deli Serdang.

"Kami selalu mencari pengepul yang dapat memberikan harga yang baik terhadap sampah yang kami kirim ke mereka. Dengan demikian kami pun dapat membagi hasil itu dengan baik pula kepada para anggota," ungkap Muhammad Jamil.

Ia dan kawan-kawan tergerak menjalankan pengelolaan sampah ini setelah ada sosialisasi dan pelatihan dari tim Pabrik AQUA Langkat yang dibantu Yayasan Source of Indonesia (SOI) sebagai mitra pelaksana pada 2019.

Mereka kemudian diajak melihat dan mempelajari lebih jauh lagi mengenai pengelolaan sampah di bank sampah induk di Medan. Sejak 2020 hingga kini mereka telah dapat menjalankan bank sampah secara mandiri yang hasilnya pun dapat dinikmati para anggota kelompok. 

"Sebenarnya Danone-AQUA telah menjalankan kegiatan pengumpulan kemasan plastik bekas dan daur ulang sejak tahun 1993 melalui Program Aqua Peduli. Dalam program ini, kami bekerjasama dengan mitra mengumpulkan botol bekas dari masyarakat. Sampah plastik tersebut kemudian mengalami proses pembersihan dan pencacahan yang kemudian dikirim ke pusat pengelolaan sampah plastik. Sejak dimulainya program ini, industri daur ulang limbah plastik pun berkembang di Indonesia karena botol plastik bekas telah mempunyai nilai ekonomi," ujar Education and Upstream Packaging Manager Danone Indonesia, Abdul Syam tentang sejarah pengelolaan sampah plastik oleh Danone-AQUA. 

Abdul Syam menuturkan tantangan untuk Danone-AQUA yang menggunakan plastik sebagai kemasannya adalah bagaimana pengelolaan sampah dapat terus dijalankan dengan baik.

"Oleh karena itu, pada Juli 2018 kami meluncurkan komitmen sekaligus gerakan #BijakBerplastik. #BijakBerplastik diturunkan dalam tiga pilar, yaitu pengumpulan sampah dari lingkungan, edukasi daur ulang ke masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah dan inovasi meningkatkan kandungan daur ulang dalam kemasan produk secara bertahap," tuturnya.

Bank sampah SIB terus beroperasi dan dikelola secara mandiri. "Untuk mendukung kegiatan operasional mereka, selain terus memotivasi mereka, membantu jaringan, pengembangan kapasitas, kami mendatangkan satu mesin press plastik yang membuat kemasan plastik bekas yang telah terkumpul menjadi lebih ringkas dan mudah diangkut ke bank sampah induk," jelas Stakeholder Relation Manager Pabrik Aqua Langkat, Jimmi Simarangkir.

Selain itu l, Pabrik Aqua Langkat juga memfasilitasi kegiatan kelompok para ibu yang dapat memanfaatkan sachet bekas dari bank sampah SIB menjadi berbagai bentuk kerajinan yang menarik.

Kini lingkungan Desa Pasar VI Kwala Mencirim pun jadi lebih bersih. "Tidak banyak sampah-sampah yang menutupi saluran air, karena banyak anggota masyarakat termasuk anak-anak sekolah yang mengumpulkan sampah dari saluran-saluran air. Ini merupakan manfaat untuk lingkungan sekitar kami yang kini jadi lebih baik," sebut Muhammad Jamil dan berharap dapat bekerjasama dengan desa-desa lain di Kecamatan Sei Bingai, sehingga pengelolaan sampah ini jadi lebih luas.

Berbagai kegiatan dan inovasi pengelolaan sampah plastik terus dilakukan Danone-AQUA terkait dengan pengumpulan sampah plastik, edukasi  tentang daur ulang, dan penggunaan kemasan daur ulang. Menyadari bahwa perubahan ini tidak dapat dilakukan sendiri, Danone-AQUA bangga bisa bekerja sama dengan banyak mitra dan asosiasi, termasuk H&M, Packaging Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), ADUPI, universitas, LSM dan mitra paling strategis, yaitu Pemerintah Indonesia.

"Agar target pengurangan 70% sampah di laut dapat dicapai, kami mengundang kolaborasi seluruh para pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem daur ulang yang kuat agar tidak ada lagi plastik bekas yang terbuang ke lingkungan," tambahnya. (ri/mm)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini