Kinerja PT Bank Sumut Membaik, Wagub Minta Pelayanan ke Nasabah Ikut Ditingkatkan

Sebarkan:
Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah, Memimpin Rapat Bersama Dirut Bank Sumut dan Beberapa Staff di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu 15 Juni 2022. (foto/ist)
MEDAN (MM) - Kinerja keuangan PT Bank Sumut terus menunjukkan peningkatan. Per Mei 2022, tercatat aset Bank Sumut mencapai Rp40.054 miliar atau tumbuh 5,4 % dibanding Mei tahun lalu sebesar Rp38.012 miliar secara year on year (YoY). 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Sumut, Rahmat Fadilah Pohan saat menyampaikan kinerja Bank Sumut ke Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah di Kantor Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Rabu (15/6). Ia juga menjelaskan Laba PT Bank Sumut meningkat Rp38 miliar atau 14,7% di Mei 2022 dibandingkan tahun lalu atau secara YoY, dari Rp259 miliar menjadi Rp296 miliar.

"Pada 2021 Bank Sumut juga duduk pada peringat ke lima bank pembangunan daerah di Indonesia, dengan perolehan laba tertinggi. Seperti diketahui, Bank Sumut meraup laba senilai Rp614 miliar per Desember 2021," katanya.

Rahmat melanjutkan untuk performa kredit Bank Sumut juga tumbuh 7,4 % (yoy). Pada Mei 2021, nilai kredit yang disalurkan bank tersebut tercatat Rp23.986 triliun. Sedangkan pada Mei 2022 nilainya meningkat menjadi Rp25.756 triliun. 

Komposisinya terdiri atas kredit produktif sebesar 40 % dan kredit konsumtif sebesar 60 %  juga disalurkan kepada kalangan UMKM dengan persentase sebesar 31 %  dan sisanya 69 % untuk non UMKM.

"Kami juga terus meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan melalui berbagai program penyaluran ke sektor perdagangan, sektor pertanian, peternakan dengan membuat kluster-kluster," katanya.

Melihat capaian-capaian ini, Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah memberi apresiasi dan mengingatkan agar Bank Sumut harus meningkatkan layanan kepada para nasabahnya.

"Tiap tahun harus ada peningkatan, bagaimana pelayanannya juga ke nasabah bisa lebih baik. Saya sering mendengar di daerah-daerah khususnya di kantor pemerintahan, ATM Bank Sumut yang disediakan sering uangnya habis, sering rusak dan lainnya. KUR juga begitu banyak masyarakat yang gak tahu akhirnya pinjam ke rentenir. Penyaluran kredit khusunya KUR saya harap bisa terus ditingkat," kata Ijeck. (jumahana)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini