Lapas Siantar di Razia, Petugas Temukan Kabel Rakitan

Sebarkan:

Petugas Lapas melakukan pemeriksaan kepada WBP. (foto:mm/ist)
SIMALUNGUN (MM) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menggelar razia warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama dua hari, Senin 6 s/d Selasa 7 Juni 2022. Razia tersebut merupakan agenda rutin. 

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Siantar Raymond Andika Girsang mengatakan, razia digelar terkait adanya informasi masyarakat tentang dugaan peredaran narkotika di dalam Lapas. 

"Disebut dalam informasi masyarakat, langsung kita lakukan razia. Selama dua hari rutin dilaksanakan razia tak ada ditemukan jenis narkotika. Yang diamankan mancis, kartu joker, kabel rakitan, dan satu handphone," kata dia, Rabu 8 Juni 2022.

Dikatakannya, Lapas Kelas IIA Siantar seyogianya berkapasitas 525 orang. Saat ini jumlah WBP melebihi tiga kali lipat dari jumlah kapasitas narapidana. Kondisi ini pun hampir di seluruh Lapas di seluruh Indonesia. 

Selama razia berlangsung di dalam Lapas, sebutnya, berjalan tertib dan aman. Razia dilakukan di blok sel pengasingan, bolak AA, blok BB dan blok Dolok.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Divisi Pemasyarakatan Kantor wilayah Sumut, apabila ada WBP yang terbukti melanggar tata tertib di dalam Lapas akan diberikan sanksi yang tegas berupa strafsell, Registrasi F (pencabutan Remisi dan Integrasi dan lainnya) bahkan di mutasi (dipindahkan) ke Lapas lain guna mengikuti program pembinaan di Lapas atau Rutan lain," terangnya.

Menurutnya, Lapas merupakan kumpulan dari orang-orang yang melakukan pelanggaran Hukum di masyarakat, sehingga di dalam Lapas ini merupakan tugas dan tanggung jawab dalam membina dan membimbing mereka agar nantinya dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik sehingga diterima di tengah-tengah masyarakat. "Mereka bukan penjahat, hanya tersesat dan belum terlambat untuk bertobat," kata dia. 

Lapas melakukan pembinaan seperti pembinaan keterampilan kemandirian dalam hal pertanian, prakarya miniatur ulos tenun dan pembuatan meubel (kayu dan besi). Kemudian pembinaan kerohanian bagi WBP. 

"Sehingga mampu membuat WBP yang ingin kembali ke jalan yang baik sesuai ajaran agamanya mampu terlaksana," harapnya. 

Raymond berharap, dukungan dari segala aspek masyarakat dan aparat penegak hukum lainnya untuk turut membantu dan bersinergi dalam mewujudkan Lapas Kelas IIA Siantar menuju Zona Integritas dan Menuju WBK dan WBBM. (joenainggolan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini