Tragis! Remaja 16 Tahun di Tapteng Dicabuli Tetangganya di Samping Kandang Babi

Sebarkan:
Korban RS (16) korban kekerasan sekesual oleh tetangganya.(foto/ist)
TAPANULI TENGAH (MM) - Seorang gadis di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), berinisial RS (16), menjadi korban rudakpaksa dan kekerasan.Ia diduga dirudapaksa oleh TM (58), yang tak lain adalah tetangganya di sebuah kecamatan dekat Kecamatan Barus, Tapteng.

Ayah dan Ibu korban, ARS (45) dan DP (39), akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polres Tapteng di Pandan pada 30 Mei 2022 lalu dengan laporan polisi (LP) nomor : LP/B/184/V/2022/SPKT/RES Tapteng/Poldasu, tanggal 31 Mei 2022.

Ibu korban DP mengetahui peristiwa itu pada Minggu malam lalu (29/5/2022), berawal dari korban yang tak kunjung pulang selepas pamit pergi menumpang ke kamar mandi neneknya. Padahal jaraknya hanya sekitar 50 meter.

"Dari situlah awal ceritanya, sehingga kami melaporkan TM kepada Polisi," kata DP kepada wartawan di Pandan, Kamis (9/6/2022).

Pada Minggu malam (29/5/2022) itu, korban yang tak kunjung pulang dan bahkan sudah sampai dicari oleh kakak dan adiknya, tiba-tiba berlari ke arah rumah mereka dari tempat gelap.

Ibu korban sempat memarahi dan menanyai korban darimana. Ibu korban juga bahkan bertanya kepada korban sedang melakukan apa ditempat gelap-gelap. Tapi korban tidak menjawabnya.

"Ketika itu, saya langsung menyuruh kakak dan adiknya untuk melihat ke arah asal tempatnya berlari, dan disitu mereka melihat TM sedang tiarap seperti ketakutan di samping kandang babi," tutur DP.

Ketika melihat TM, kakak korban saat itu langsung berteriak, sehingga kedua orang tua korban bergegas datang ke lokasi. Namun TM saat itu langsung pergi.

"Ternyata anak saya (RS) pada malam itu dicegat dan dicabuli (rudapaksa) di dekat kandang babi oleh TM ketika hendak menuju rumah neneknya," beber DP lirih.

Korban juga menceritakan, kalau rudapaksa yang dilakukan TM bukan yang pertama kalinya, tapi sudah yang ke beberapa kalinya atau sekitar 10 kali sejak April 2022 lalu. 

Korban juga bahkan mengaku mendapatkan kekerasan fisik dari TM. Dimana tangan korban diikat ke belakang, ditampar dan diancam akan dibunuh bila sampai memberitahukannya kepada orang lain. 

"Anak saya yang cuma sampai dibangku kelas 4 ini tidak memberitahukannya selama ini, karena kondisinya yang kurang baik. Tapi kenapa saat kami berjuang demi kesembuhannya, malah ada musibah yang menimpanya seperti ini," tukas DP sambil berurai air mata. 

Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma yang dihubungi terpisah oleh wartawan melalui Kasi Humasnya, AKP Horas Gurning, membenarkan adanya laporan tersebut. "Benar, sudah kita terima dan sedang dalam penyelidikan," kata Gurning. (jhonny simatupang) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini