Waspadai Wabah PMK, Balai Veteriner Medan Ambil Sampel di Paluta

Sebarkan:

PALUTA (MM) - Petugas Balai Veteriner (BVet) Medan, Kementerian Pertanian RI didampingi pihak Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Lawas Utara (Paluta) mengambil sampel ke berapa lokasi kandang sapi milik warga yang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Paluta.

Pengambilan sampel dilakukan sebagai diagnosa pendukung terhadap kasus PMK yang diduga mewabah di kabupaten Paluta.

Ketua tim Balai Veteriner Medan, drh. Nensy Maruana Hutagaol kepada medanmerdeka.com mengatakan, pengambilan sampel ini dilakukan berdasarkan data di iSIKHNAS ada belasan ekor sapi di Paluta yang diduga mengalami penyakit mirip seperti gejala PMK.

"Kita ambil sampel air liur dan darah untuk kita bawa ke laboratorium Balai Veteriner," ujar drh Nancy di desa Garoga, Kecamatan Padang Bolak, Kamis (16/6/2022).

Secara kasat mata, sambung drh. Nensy ada beberapa ekor sapi yang terlihat mengalami hypersalivasi atau air liur yang berlebihan dan terlihat pada kuku sapi tersebut membusuk dan dikerumuni lalat.

Kendati demikian, PMK pada hewan berkuku belah ini jelas Nensy belum dapat dipastikan sebelum diuji terlebih dahulu di laboratorium.

"Nanti setelah diuji di laboratorium Balai Veteriner, hasilnya akan secepatnya kita laporkan ke Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Paluta," pungkasnya.

Selain di Desa Garoga, pengambilan sampel juga dilakukan di kandang sapi milik warga Desa Sibatang Kayu, kecamatan Padang Bolak. 

Turut serta dalam pengambilan sampel tersebut Ramang Tarigan (paramedis), Krisman Tambunan (pembantu paramedis), Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterinary drh Samsul Bahri Siregar. (Ahmad Yasir Harahap)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini