Ketua AMSUB Apri Budi: Sayang, Pandangan Golkar 'Menyesatkan'

Sebarkan:
Ketua Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB), Apri Budi. (foto/ist)
MEDAN (MM) - Partai Golongan Karya (Golkar) yang besar dan sudah memiliki pengalaman cukup di dalam Pemerintahan, saat ini sangat disayangkan kemampuannya.

Fraksi Partai Golkar tanpa sadar menampar muka Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajeckshah (Ijeck) yang notabenenya merupakan ketua DPD Partai Golkar.

"Harusnya Partai Golkar hadir mendukung pembangunan, dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat di bidang pemerataan pembangunan infrastruktur, demi kelancaran transportasi, dalam mendukung hasil pertanian di daerah dan sebagainya," ujar Ketua Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB), Apri Budi kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

Pada akhirnya, tegas Apri Budi, sangat disayangkan, partai sebesar Golkar diisi orang-orang yang mengedepankan ambisius kepentingan individu. "Saya melihat slogan suara rakyat suara Golkar tidak bermakna, Partai Golkar terlihat tidak mampu hadir dalam memenuhi kebutuhan rakyat Sumut," katanya.

Dia membeberkan, seperti apa yang dibacakan Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Wagirin Arman, terkait pandangan Fraksi Partai Golkar, bahwa dia membacakan hal-hal yang menyangkut tentang LKPJ TA 2021, malah tidak membacakan seutuhnya dari beberapa hal paparan pandangan Fraksi Partai berlambangkan pohon beringin tersebut. Pembacaannya justru di luar subtansi yang dapat merugikan partai.

"Saya tahu  bahwa beliau paham betul tentang tata cara dan mengelola bahasa politik, yang mana beliau ini sudah tinggi jam terbangnya dalam bidang politik di Sumut, baik membesarkan Partai Golkar maupun hadir di tengah-tengah masyarakat dalam menyuarakan aspirasi kebutuhan masyarakat Deliserdang dan sekitarnya," ungkapnya.

Apri Budi menyakini, Wagirin tidak akan melakukan perbuatan yang dapat merugikan Partai Golkar di tengah-tengah masyarakat Sumut. "Perkembangan sekarang ini sangat disayangkan, kepengurusan Partai Golkar Sumut lebih bernuansa syarat kepentingan pribadi ketimbang menjaga kebesaran partai," bebernya.

Di sisi lain, sambungnya, terlihat dalam mengelola partai sepertinya jauh dari harapan, apalagi kepengurusannya di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah atau yang biasa disapa Ijeck mempunyai cita-cita melahirkan dua juta kader yang sebenarnya cita-cita itu melampaui kemampuan alam sadar dengan perilaku cara mengelola Partai Golkar yang cenderung arogansi.

[cut]

Ketua Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB), Apri Budi. (foto/ist)
Apri Budi menilai, sampai saat ini tokoh-tokoh Partai Golkar Sumut enggan menyatukan diri dan cenderung kecewa atas kebijakan yang tidak menyentuh kader partai. Sikap ini akan menjadi presiden buruk bagi suara Partai Golkar pada 2024 mendatang.

"Saya juga mengikuti tentang pandangan Fraksi Golkar pada saat rapat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Sumut TA 2021, bahwa Partai Golkar membangun pandangan politik yang tidak subtansi dan menciptakan opini tentang program proyek multi 'years' senilai Rp2,7 triliun," imbuhnya.

Di mana, kata Apri Budi lagi, di luar program agenda rapat itu, hanya Fraksi Golkar yang menolak pembangunan Rp2,7 triliun, sementara beberapa fraksi lain tidak melakukan gerakan-gerakan penolakan terhadap pembangunan tersebut.

"Apakah ini memang perintah Wakil Gubernur yang juga sebagai Ketua Golkar Sumut, Ijeck?.  Saya melihat ini cukup aneh, apakah ini memang atas perintah beliau, saya sebagai kader Golkar merasa prihatin," ucapnya miris. 

Menurutnya, inilah salah satu bentuk yang menyesatkan karena tidak memahami makna sebenarnya dari rapat tersebut, seakan-akan Partai Golkar memposisikan diri di luar dari Pemerintahan. "Sangat disayangkan pasangan Gubernur Sumatera Utara tidak bisa dimaknai arti sesungguhnya konsep Bermartabat," sebutnya.

Apri Budi meminta balik ke masa lalu pada Tahun 2018, saat pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), bahwa Partai Golkar berkoalisi mendukung pasagan Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah, dengan konsep Bermartabat. "Nah, mengapa Partai Golkar hari ini terlihat ingin berjalan sendiri, padahal komitmennya adalah konsep Bermartabat," tandasnya. (arie/ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini