Dosen Poltekesos Bandung, Ahmad Yaneri: Mahasiswa Harus Mampu Kembalikan Warga Binaan Hidup Layak

Sebarkan:
Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial (POLTEKESOS) Bandung, Ahmad Yaneri S.ST., M. Kesos, memberikan arah kepada mahasiswa yang praktik di Yayasan Kusuma Bogas. (foto:mm/ist)

INDRAMAYU (MM) – Profesi Pekerjaan Sosial akan dikategorikan berhasil apabila warga binaan yang menjalani pelayanan atau rehabilitasi, dapat hidup layak ke depannya sesuai keterampilan dan keahlian yang diperolehnya dengan memberdayakan potensi diri dan lingkungan dimana ia tinggal.

Hal ini disampaikan Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial (POLTEKESOS) Bandung, Ahmad Yaneri S.ST., M. Kesos, disela-sela mengantarkan 6 mahasiswanya untuk melakukan kegiatan pratium di Yayasan Kusuma Bogas, Desa Bongas, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat, Senin kemarin.

Dijelaskan Ahmad Yaneri, 6 mahasiswa Poltekesos Bandung akan melakukan kegiatan pratikum selama 2,5 bulan (6 SKS) di Yayasan Kusuma Bogas yang bergerak dalam penanganan kasus skspolitasi anak, korban traficking, HID/AIDS. 

Nantinya para mahasiswa, sambung Ahmad Yaneri akan memadukan penguasaan teori yang akan diaplikasikan dalam praktik social, mulai dari intake dan engagement guna membangun relasi sosial dengan sasaran, melakukan assessment untuk mengetahui permasalahan, kebutuhan, serta potensi dan sumber yang dimiliki oleh sasaran.

“Kemudian dilakukan rencana intervensi dalam merancang pemecahan masalah, lalu dilakukan evaluasi, teminasi dan rujukan,” kata Dosen Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat, itu.

Ahmad Yaneri memint adik-adik mahasiswa mempraktikan keilmuan yang diperoleh selam 4 tahun di kampus agar diaplikasikan dalam upaya pemecahan masalah terhadap kasus anak sebagai korban trafficking, atau eksploitasi anak dan korban HIV, AIDS di Yayasan Kusuma Bongas ini.

Selama praktik, lanjutnya, mahasiswa praktikum harus membangun relasi sosial/komunikasi dua arah dengan warga binaan dan berkonsultasi dengan pengurus yayasan. “Hal ini sangat penting, sehingga latar belakang warga binaan, potensi diri, dan harapan untuk keluar dari masalah sosial dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Keberhasilan mahasiswa dalam melaksanakan praktikum, tidak sebatas fokus terhadap mengaplikasikan praktik pekerjaan sosial kepada warga binaan dan pengurus Yayasan, tetapi bisa beradaptasi dengan masyarakat setempat. Jika memungkinkan dapat mengadvokasi dengan berkunjung ke pemerintah daerah untuk melakukan konsultasi dalam membantu warga binaan di Yayasan Kusuma Bongas.

Jadi sikap mental sosial, percaya diri, keagamaan, keterampilan, dan niat untuk hidup lebih baik benar benar kita tanamkan kepada warga yang menjadi binaan kita dalam kegiatan praktikum ini.

Penyerahan mahasiswa pratikum dilakukan dalam suasana kekeluargaan, dihadiri Ketua Yayasan Kesuma Bogas, Sukim, Pembina Syarifudin dan Pengurus Nono Taryono serta sejumlah pengurus yayasan. (mm/ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini