Operasional Terhenti, Sebanyak 344 Karyawan Kontrak PT SMGP Dirumahkan

Sebarkan:

PT Sorik Marapi Geothermal Indonesia (SMGP), di Kabupaten Madina, Sumatera Utara. (foto/ist)
MADINA (MM) - Dengan keputusan penghentian kegiatan non-operasional awal Oktober 2022, pembangkit listrik tenaga panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Indonesia (SMGP) menyampaikan informasi terkini terkait karyawan yang dirumahkan.

Corporated commnications SMGP, Yani Siskartika melalui keterangan pers yang diperoleh wartawan, Senin (24/10/2022) mengatakan, sebanyak 344 orang karyawan kontrak SMGP yang bernaung di bawah PT Harapan Abadi Lestari (HAL) telah dirumahkan.

Hal itu dilakukan karena tidak adanya kegiatan non-operasi perusahaan seperti pengeboran dan konstruksi. Jumlah tersebut meliputi 168 orang karyawan yang berasal dari WKP (Wilayah Kerja Panasbumi) dan 176 orang karyawan berasal dari non-WKP.

Yani menyebutkan, dalam melaksanakan kegiatannya SMGP memastikan kepatuhan terhadap undang-undang dan prosedur yang berlaku, termasuk Undang-Undang Ketenagakerjaan terutama hak kompensasi bagi karyawan terdampak agar sesuai dengan Ciptaker 11/2020 dan PP 35/2021.

"Solusi pengurangan tenaga kerja tersebut merupakan pilihan terakhir yang diambil oleh perusahaan, dalam hal ini SMGP telah menyampaikan kepada Pemda Madina, Dinas Tenaga Kerja, BPJS, kepala desa dan Humasy desa untuk memastikan pemahaman yang sama atas langkah yang dilakukan. Jika kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan adanya pengurangan tenaga kerja berikutnya," sebut Yani

Terkait potensi dampak sosial dari sisi ekonomi, SMGP akan dengan terbuka untuk berdiskusi dengan Forkopimda dan masyarakat terkait rencana mitigasi perusahaan. Hal ini juga meliputi keberlanjutan program Pengembangan Masyarakat, Pemberdayaan Bisnis Lokal, BPJS warga sekitar dan beasiswa.

Lebih lanjut disampaikan, SMGP tetap menjalankan operasi unit 1 - 3 dengan mengutamakan penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan, dalam upayanya memenuhi pasokan listrik ramah lingkungan untuk masyarakat Madina dan jaringan Sumatra bagian Utara.

Komitmen SMGP dan keberlanjutan sinergi dengan masyarakat, serta dukungan pemerintah, merupakan prioritas utama bagi SMGP. (fadli)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini