Salurkan Bantuan, RepDem Tapteng Minta Pemerintah Intens Perhatikan Korban Bencana Alam

Sebarkan:
Pengurus DPC RepDem meninjau rumah terdampak longsor di Desa Siharbangan, Barus Utara, Tapteng. (foto:mm/jhonny Simatupang)
TAPANULI TENGAH (MM) - DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (RepDem) menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir dan longsor di Desa Siharbangan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Sabtu (19/11/2022) petang lalu.

Kegiatan itu dikoordinir Raja Barasa selaku Bendahara Sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu bersama-sama dengan beberapa orang rekannya sesama pengurus. 

Raja mengatakan, penyaluran bantuan berupa makanan ringan itu merupakan bentuk kepedulian dan rasa keprihatinan RepDem atas musibah yang terjadi di Tapteng, khususnya di Kecamatan Barus Utara. 

RepDem berharap bantuan itu bisa membantu meringankan beban para korban, serta dapat mendorong pihak-pihak lain untuk ikut serta membantu.

"Terutama harapan kita kepada pemerintah agar memberikan bantuan dan perhatian intens kepada korban yang rumahnya hancur," ujar Raja kepada MedanMerdeka.com di lokasi bencana di Desa Siharbangan.

Raja, alumni Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengungkapkan, selain tidak memiliki apa-apa lagi, para korban yang rumahnya hancur juga tidak tahu akan tinggal di mana. 

"Jadi, kasihan mereka (para korban) yang rumahnya hancur. Selain mereka tidak tahu mau tinggal di mana, mereka juga tidak memiliki apa-apa lagi. Kita harap rumah mereka dapat dibangun kembali atau direhabilitasi," tukasnya.

Dari peristiwa bencana banjir dan longsor yang terjadi di Tapteng pada Jumat 11 November 2022 lalu itu, khususnya di Kecamatan Barus Utara, sedikitnya lima unit rumah di daerah itu tercatat mengalami kerusakan, dua unit di antaranya bahkan tertimbun.

Kelima unit rumah itu, yakni rumah milik Menris Simbolon, Riswan Swardi Malau,Winston Malau, Jarinah Purba, dan Darius Simatupang. 

Riswan Swardi Malau, salah seorang dari korban rumahnya hancur dan tertimbun longsor itu, sebelumnya mengungkapkan bagaimana getirnya kehidupan hari-hari yang akan dihadapinya bersama keluarganya ke depan. 

Riswan mengaku, ia dan keluarganya sudah tidak memiliki apa-apa lagi karena terjangan longsor telah menghancurkan semua harta benda mereka. Termasuk hasil panen padi istrinya yang disimpan di gudang samping rumah mereka sebelumnya juga ikut tertimbun. 

"Kami benar-benar tidak memiliki apa-apa lagi, semuanya habis. Pakaian pun tinggal yang melakat di badan ini," kata Riswan. (jhonny simatupang) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini