Hasil Sidak KPPU Jelang Nataru, Pelaku Pasar Miliki Market Power Tentukan Profit

Sebarkan:

Jelang Nataru, Gubsu Edy Rahmayadi meninjau harga kebutuhan pokok dan stok pangan di sejumlah pasar di Kota Medan. (foto:mm/ist)
MEDAN (MM) - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2023, KPPU Kanwil I ikut lakukan pantauan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok penting secara langsung bersama Gubernur Sumatera Utara beserta jajaran OPD, Bank Indonesia, Bulog dan tim TPID lain.

Fokus sidak kali ini pada komoditi yang mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir. Dari hasil pemantauan diketahui bahwa beras premium di Petisah dijual di harga Rp 13.000/kg – 14.500/kg, cabai merah Rp 38.000/kg – Rp Rp 40.000/kg, dan ayam Rp 34.000/kg, sedangkan telur di harga Rp 1.600/butir – Rp 1.850/butir. 

Untuk ikan gembung mengalami penurunan dari minggu lalu, dari Rp45.000 per kilogram (kg), menjadi Rp.40.000 per kg. Pada kesempatan yang sama, Bulog bersama PD Pasar juga melakukan operasi pasar untuk minyak goreng dan beras di Pasar Petisah. 

Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa harga pasar komoditi di Pasar Petisah lebih tinggi dibanding harga pasar lain di Kota Medan, namun masih wajar. Untuk ikan harganya terganggu karena curah hujan yang tinggi. Sedangkan untuk komoditi lainnya stok aman. Beras pada Bulan Februari sampai April di Sumatera Utara telah memasuki masa panen, sehingga tidak perlu khawatir untuk stok kedepan.

Sementara Ridho Pamungkas, Kepala Kantor Wilayah I KPPU menyampaikan bahwa KPPU akan fokus pada beberapa komoditi yang rantai pasoknya kurang efisien dan berpotensi mudah di intervensi oleh spekulan.

”Kami melihat margin cost di ayam ras dan telur masih cukup tinggi, dimana selisih harga ayam ras hidup di tingkat peternak dengan harga di pasar mencapai lebih dari Rp. 10.000-12.000. Begitu juga dengan telur yang bisa selisih Rp.300-Rp400 per butir. Ini menunjukan pelaku pasar memiliki market power dalam memaksimalkan profit. Sementara Kenaikan harga pakan berbanding terbalik dengan turunnya harga jagung di bulan November di Sumatera Utara. KPPU kanwil I akan terus mandalami serta meminta informasi dengan berbagai pihak terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Ridho mewanti-wanti kepada produsen, distributor dan pedagang besar untuk tidak memanfaatkan moment untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya mengingat pasokan bahan kebutuhan pokok di Kota Medan aman jelang Nataru. 

Sejalan dengan Biro Perekonomian Pemrpov Sumut, KPPU juga akan mengawasi lonjakan tiket penerbangan pada arus mudik ke Sumut jelang Nataru.(arie)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini