GELIAT EKONOMI SYARIAH TAHUN 2023

Sebarkan:
Sunarji Harahap, M.M. (foto:mm/ist)
TAHUN 2023 saat semua negara dibayang-bayangi oleh resesi, Indonesia masih beruntung karena memiliki permintaan domestik yang kuat. Industri Ekonomi syariah akan menjadi lebih baik pada tahun 2023 karena ekonomi Indonesia sedang turbulence. Pada saat itulah, ekonomi syariah relatif lebih prudent dan lebih hati-hati. 

Ia berharap ekonomi ini berkaitan dengan sektor riil dengan sektor moneter yang terjaga. perkembangan industri akan lebih diperkuat dari sisi Pemerintahan. Sejumlah strategi akan dilanjutkan seperti payroll ASN di perbankan syariah. Sehingga diprediksi banyak nya Bank BPD akan konversi menjadi bank syariah yang sifatnya universal untuk semua golongan, dikarenakan perbankan syariah telah teruji mampu bertahan dalam menghadapi krisis pada tahun 1998 lalu.

Saat ini, yang menjadi tantangan ekonomi syariah dalam perekonomian global yang terjadi banyak turbulence, Indonesia hampir 50% berasal dari konsumsi domestik dan dampak resesi dunia yang dialami Indonesia tidak terlalu besar.

Potensi ekonomi syariah di Indonesia dapat terus dioptimalkan dan bisa jadi nantinya dapat berperan sebagai tombak untuk menghadapi ancaman resesi 2023, melihat peningkatan aset yang dimiliki BUS dan UUS yang mencapai RP 680,09 triliun pada Mei 2022.

Resesi merupakan sebuah fenomena dimana PDB (Produk Domestik Bruto) riil menjadi negatif dalam jangka waktu dua kuartal berturut-turut, dengan kata lain resesi ini menyebabkan segala aktivitas ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi lainnya mengalami kontraksi, hal tersebut tentunya berdampak buruk terhadap berbagai pihak, salah satunya dengan terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja)

jika ekonomi dunia akan mengalami resesi pada tahun 2023 seiring dengan banyaknya bank sentral yang menaikkan suku bunga secara bersamaan sebagai respons terhadap inflasi. Inflasi adalah proses naiknya harga secara umum yang berlangsung secara terus-menerus yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, contohnya pandemi Covid-19 yang terjadi 2 tahun terakhir dan konflik Rusia-Ukraina yang terjadi beberapa waktu lalu.

Resesi sendiri dapat diartikan sebagai kondisi dimana perekonomian negara mengalami penurunan berdasarkan dari PDB (Produk Domestik Bruto), jumlah pengangguran, maupun pertumbuhan ekonomi negara yang negatif selama dua kuartal berturut-turut. Resesi memiliki dampak langsung pada masyarakat, misalnya kenaikan harga bahan pokok, PHK (pemutusan hubungan kerja), kenaikan harga pasokan energi, dan naiknya angka pengangguran serta kemiskinan.

Peran perbankan syariah sangat penting bagi perekonomian saat ini. Secara umum fungsi perbankan syariah sama dengan perbankan konvensional yaitu sebagai sektor keuangan perantara dan sektor riil. Sektor perbankan berperan dalam stabilitas dan tingkat pertumbuhan uang beredar dalam perekonomian. Kemampuan perbankan dalam mengelola dana publik dan menciptakan siklus bisnis yang sehat akan mendorong stabilitas sistem keuangan. Bisnis perbankan syariah mengalami pertumbuhan dilihat dari jumlah bank dan bank syariah yang terus meningkat.

Kemampuan bank syariah untuk mengelola dana masyarakat dan menciptakan siklus bisnis yang sehat akan mendorong stabilitas sistem keuangan. Rupiah yang stabil, baik dalam arti inflasi sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. BI telah dan akan terus berperan aktif untuk mencapai tujuan mencapai dan menjaga kestabilan Rupiah melalui tiga kewenangan yang dimiliki yaitu pertama, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, kedua mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan ketiga mengatur dan mengawasi bank.

Kehadiran bank syariah memberikan warna baru pada sistem keuangan nasional dan internasional. Walaupun market shared perbankan syariah masih rendah dibandingkan bank konvensional, namun bank syariah berkembang pesat di Indonesia.

Perkembangan perbankan syariah yang cukup cepat tersebut dapat memberikan dampak negatif dan positif bagi kestabilan sistem keuangan nasional terutama terkait kepada harga (inflasi). Bank syariah dapat ikut serta menjaga kestabilan sistem keuangan domestik, jika peran intermediasi perbankan berdasarkan prinsip syariah dijalankan secara optimal.

Perbankan syariah optimistis tetap mampu menorehkan kinerja positif di tengah proyeksi perlambatan ekonomi pada tahun depan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memainkan peran besar dalam meningkatkan kontribusi ekonomi syariah pada perekonomian nasional. Secara umum industri perbankan syariah menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan pembiayaannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan konvensional dengan kualitas yang terjaga.

Ke Depan, perbankan syariah diharapkan masih menunjukkan tren positif dan menjaga kinerja keuangan pada level yang baik. Ini mempertimbangkan tantangan perekonomian baik global maupun nasional yang masih diwarnai ketidakpastian.

Perbankan syariah Indonesia sampai saat ini masih terus menunjukkan pertumbuhan sangat positif, meskipun masih terdapat beberapa isu strategis serta tantangan yang masih perlu. Roadmap pengembangan perbankan syariah Indonesia 2020 – 2025 disusun dengan membawa visi mewujudkan perbankan syariah yang resilient, berdaya saing tinggi secara global, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial.

Arah pengembangan perbankan syariah ini telah disusun selaras dengan beberapa arah kebijakan, baik kebijakan eksternal yang bersifat nasional seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2019-2024, maupun kebijakan internal OJK yaitu Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia dan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I).

Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia disusun sebagai katalisator akselerasi proses pengembangan perbankan syariah di Indonesia dengan membawa tiga arah pengembangan; penguatan identitas perbankan syariah; sinergi ekosistem ekonomi syariah; serta penguatan perizinan, pengaturan, dan pengawasan.

Pada tahun 2023 tidak menutup kemungkinan adanya rencana aksi korporasi berupa integrasi UUS kepada BUS yang ada saat ini, konsolidasi antar UUS untuk kemudian menjadi BUS, konsolidasi antar BPRS dan lainnya, serta penguatan permodalan melalui penambahan modal disetor melalui strategic investor. Sejumlah hal menjadi fokus OJK terkait industri lembaga keuangan syariah. Mulai dari spin off, pemenuhan modal inti, rencana-rencana aksi korporasi, dan lainnya serta pentingnya penguatan profesionalisme dan integritas SDM pada bank syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen akan terus mendorong penguatan industri perbankan termasuk sektor perbankan syariah. 

Ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukan progres menarik dalam beberapa tahun terakhir. Data The State of Global Islamic Indicator (SGIE) Report 2022 yang diluncurkan DinaStandard di Dubai, Uni Emirate Arab. Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab.

Sudah banyak negara yang mulai melihat bagaimana potensi ekonomi syariah untuk menopang perekonomiannya, salah satunya ialah indonesia yang mana memiliki potensi yang lebih besar karna masyarakat Indonesia mayoritas beragama islam. Angkanya menunjukan bahwa 87,2%  penduduk beragama islam mampu untuk memulihkan perekonomian pada tahun 2023.

Pemerintah secara khusus berkomitmen mewujudkan potensi ekonomi syariah ini agar berkembang berkelanjutan dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Dimana KNEKS berfokus untuk menyatukan Langkah seluruh pelaku industri guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Maka dari itu memperkuat ekosistem ekonomi syariah itu dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah SDM yang berkompetensi di bidang industri ekonomi dan keuangan syariah, apalagi saat ini, hanya 10% dari pekerja di industri keuangan syariah yang memiliki latar pendidikan ekonomi dan keuangan syariah, sedangkan 90% lainnya berlatar belakang pendidikan lain, baik konvensional maupun umum.

Selain itu juga, pemerintah berfokus kepada sertifikasi produk halal. Dengan adanya UU NO. 33 tahun 2014 tentang Jaaminan Produk Halal yang mewajibkan barang yang masuk, beredar, dan diperdagangkan untuk wajib bersertifikat Halal sehinggan mendorong para pelaku industri untuk berlomba -- lomba mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikasi halal.

KNEKS juga meluncurkan salah satu program prioritas yakni Zona KHAS ( Kuliner, Halal, Aman dan Sehat). Terdapat empat lokasi Zona KHAS yakni Rasuna Garden Foodstreet, Kuningan, Jakarta. Los Lambung, Bukittinggi, Sumatra Barat. Valkenet Malabar, bandung. Dan terakhir Lego -- lego, Makassar. Dengan adanya Zona KHAS juga secara tidak langsung berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karna konsumsi rumah tangga yang terus meningkat dan Zona KHAS mengambil peran penting dalam hal ini.

Sektor lain yang paling memegang peranan penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia adalah investasi. Sebab hingga akhir 2022, total aset pasar modal syariah di Indonesia mencapai Rp 4.416,8 triliun. Angka ini tumbuh 10,87% dibandingkan tahun lalu. OJK mencatat meski jumlahnya meningkat , market share atau pangsa pasar dari saham syariah ini baru mecapai 47,43 %. Artinya, saham syariah belum mendominasi pasar saham secara keseluruhan.

Selain sukuk, pendanaaan investasi di sektor ekonomi syariah juga dapat dilakukan melalui penerbitan saham syariah. Pada Agustus 2022, tercatat sebanyak 523 saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Di samping itu, dengan berdirinya BPKH, Dana Pensiun Syariah, layanan Syariah BP Jamsostek, serta unit investasi syariah di PT Taspen, membuka potensi permintaan yang cukup tinggi terhadap instrument investasi berbasis syariah. Dengan demikian, potensi ekonomi syariah untuk memulihkan ekonomi nasional di tahun 2023 ini dapat terimplementasikan secara berkesinambungan dalam mencapai tujuan bersama menjadikan Indonesia sebagai negara yang perekonomian yang baik tanpa ada kesenjangan di masyarakat.

Apabila semua potensi ekonomi berbasis syariah yang telah ada saat ini terus dikembangkan, maka kita optimistis bangsa Indonesia akan menjadi pusat perkembangan ekonomi industri dan keuangan syariah di tingkat dunia.(*)

Penulis : Sunarji Harahap, M.M. Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara / Guru SMA Unggulan Al Azhar Medan/Penulis Mendunia/Pemerhati Ekonomi Syariah/Pengamat Ekonomi Milenial.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini