Kuliah Umum Bersama Syaiful Syafri: Masalah Kesos Dibutuhkan Kerjasama Lintas Instansi dan Dikelola Pemimpin Berpengalaman

Sebarkan:
Drs. Syaiful Syafri MM.(fofo:ist)
MASALAH kesejahteraan sosial (Kesos), mulai dari kemiskinan, ketelantaran, ketunaan, cacat serta keterbelakangan mental ataupun lainnya tidak dapat diselesaikan atau dibebankan hanya kepada Kementerian Sosial di tingkat Provinsi, apalagi Kabupaten/kota. 

Namun penangannya dibutuhkan kerjasama lintas instansi, hingga swasta, mahasiswa dan dikelola oleh sosok pemimpin yang berpengalaman di bidangnya.

Seperti kasus sosial kemiskinan yang disebabkan tinggal di pedalaman atau yang populer disebut Komunitas Adat Terpencil (KAT). Persoalan ini hanya dapat diselesaikan secara cepat dengan melibatkan institusi Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Keagamaan hingga PLN dan PDAM.

Hal ini disampaikan Drs. Syaiful Syafri MM pada kuliah umum dengan tema “Kebijakan Dan Perencanaan Sosial di Indonesia” di hadapan  Mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, melalui zoom meeting (4/2/2024) dari Ruang kerja Kepala Perpustakaan UMSU Jalan Muctar Basri, Medan, Senin (4/2/2024).

Bagi seorang pemimpin atau pengambil kebijakan, sambung Syaiful Syafri, penyusun prencana sosial dan unsur pelaksana program kesejahteraan sosial harus memiliki data yang akurat agar perencanaan kerja yang dikoordinasikan dapat dilaksanakan jajaran sesuai program kerja, secara  baik guna keberhasilan kerja sesuai anggaran.

Kasus lain, sambung mantan Kadis Sosial Sumut tahun 2010 ini, awal meletus gunung Sinabung di Kabupaten Karo tahun 2010,  ia bersama Stafnya malam hari harus berangkat ke lokasi dengan membawa air bersih, tenda, dapur umum untuk mengatasi pengungsi serta menugaskan unsur Staf agar mengetahui data akurat para korban bencana di pagi hari.

Sebagai pelaksana Kebijakan bidang social, mantan Pj Bupati Batu Bara tahun 2008, melaporkan kepada Gubernur atas data korban bencana alam ini untuk rapat koordinasi lintas institusi dan hasil koordinasi dengan BMKG. Hal ini dilakukan agar bencana alam gunung Sinabung ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat, dan dilaporkan kepada Pemerintah pusat, disamping perlu dukungan partisipasi masyarakat dan CSR  perusahaan.

“Dua contoh kasus ini, tidak ditemukan dalam teori kebijakan dan perencanaan sosial di bangku Kuliah dalam rangka mengatasi masalah sosial,” papar Syaiful Syafri kepada para mahasiswa dalam zoom meeting yang dimoderatori Ahmad Yaneri, S.Sos, M.Kesos.

Perlu dipahami, sambungnya, tidak semua Kepala Daerah atau Kepala Dinas Sosial memahami tentang program penanganan kesejahteraan sosial, sehingga kita tidak heran jika angka kemiskinan, keterlantaran, ketunaan dan kecacatan serta keterbelakangan tidak kunjung selesai penanganannya. Ini yang mengakibatkan tingkat masalah kesejahteraan sosial selalu tinggi.

Untuk itu tegas Kadis Sosial Sumut 2010 ini, Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial harus mempelajari tujuan negara (UUD 1945) pelajari UU dan Peraturan Presiden serta peraturan Menteri Sosial, tentang Kesejahteraan Sosial, juga belajar undang-undang dan peraturan menteri tentang perencanaan agar lulusannya benar siap pakai.

Kuliah umum yang dimoderatori Ahmad Yaneri ini, juga dibarengi tanya jawab antara Mahasiswa dan penyaji serta dibarengi ucapan terima kasih dari Syaiful Syafri kepada Pimpinan Politeknik Kesejahteran Sosial Bandung yang memberi kesempatan sebagai Narasumber serta mahasiswa peserta zoom meeting yang diketahui sebagai mahasiswa semester 4. (tan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com