Tak Terima Dicurangi, Ketua NasDem Tapteng Serahkan Bukti ke Bawaslu Sumut

Sebarkan:
Ketua DPD NasDem Tapteng, Khairul Kiyedi Pasaribu, saat melapor ke Bawaslu Sumut, Kamis (14/3/2024). (foto:mm/ist)
MEDAN (MM) - Ketua DPD NasDem Tapanuli Tengah (Tapteng), Khairul Kiyedi Pasaribu, melaporkan sejumlah kecurangan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) saat pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 ke Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (14/3/2024) sore.

Ketua DPD NasDem itu juga mengantarkan langsung bukti-bukti dugaan kecurangan ke pihak Bawaslu Sumut tersebut. Bukti-bukti itu terkait dugaan kuat suara mereka ‘ditukangi’ di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Kedatangan kami kemari untuk melaporkan berbagai kecurangan yang terjadi di beberapa TPS di Tapteng,” kata Kiyedi di Kantor Bawaslu Sumut di Medan.

Di Kantor Bawaslu Sumut, Kiyedi bersama sejumlah anggota timnya membawa satu boks berkas bukti dugaan kecurangan yang terjadi di Tapteng. Mereka diterima oleh staf Bawaslu Sumut di sekretariat Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Selain itu, Kiyedi juga membeberkan sejumlah bukti kecurangan yang terjadi di Tapteng, diantaranya yang terjadi di Dapil I Tapteng.

Dia mencontohkan dugaan kecurangan yang terjadi di TPS 07 Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan. Di sana, NasDem disebut memeroleh sebanyak 32 suara, namun setelah kotak suara dibuka di rekapitulasi tingkat kabupaten, ternyata NasDem mendapat suara sebanyak 42 suara.

Kemudian di TPS  14 Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan. Di sana, suara NasDem dihitung sebanyak 40 suara, namun setelah dilakukan hitung ulang di tingkat kabupaten, suara NasDem menjadi 47 suara. Bahkan ada suara untuk DPRD tingkat propinsi dari 40 suara menjadi 60 suara setelah dilakukan hitung ulang.

“Kecurangan-kecurangan ini membuat suara kami hilang signifikan di Tapteng. Terbukti dalam rekapitulasi tingkat propinsi,” tegas Kiyedi.

Kiyedi pun menegaskan bahwa kedatangan mereka ke kantor Bawaslu Sumut adalah untuk melaporkan jajaran penyelenggara pemilu. Mulai tingkat KPPS, PPS hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapteng.

“Kami melaporkan KPU Tapteng ini karena tidak melaksanakan rekomendasi Bawaslu Tapteng. Kami berharap ini jangan sampai di sini, semoga ada efek jera kepada mereka yang melakukan kecurangan. Kami meminta Gakkumdu memroses laporan kami ini. Kami dari NasDem sangat dirugikan, dan kami mencurigai, TPS-TPS lainnya juga diduga ada kejadian seperti ini,” imbuhnya.

Direktur Komisi Saksi DPW NasDem Sumut, Aulia Andri, yang ikut mendampingi Kiyedi, mengakui dugaan kecurangan ini berpotensi pada pelanggaran pidana. Terlebih pelanggaran etik dan administrasi.

“Untuk pidananya, KPU Tapteng tidak melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu Tapteng. Ini yang dilaporkan ke Gakkumdu,” jelasnya. 

Aulia lantas mendorong Bawaslu Sumut untuk memproses laporan Ketua DPD NasDem tersebut sehingga mereka bisa mendapatkan keadilan dalam pelaksanaan Pemilu 2024. (jhonny/ril) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com