Sadis! Tentara Israel Bunuh 67 Warga Palestina yang Menunggu Bantuan di Gaza Utara

Sebarkan:
Warga berkumpul di dekat RS Shifa saat jenazah korban yang menunggu bantuan dibawa masuk. (FotoL Getty Images/BBC)
JAKARTA (MM) - Pasukan militer Israel dilaporkan membunuh sedikitnya 67 warga Palestina yang sedang menunggu truk bantuan PBB di wilayah utara Jalur Gaza, menurut pernyataan dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Program Pangan Dunia (WFP) PBB menyebut bahwa konvoi bantuan mereka yang terdiri dari 25 truk diadang kerumunan besar warga sipil kelaparan yang kemudian ditembaki, tak lama setelah melintasi perbatasan dari Israel dan melewati pos pemeriksaan.

Militer Israel (IDF) membenarkan bahwa mereka melepaskan tembakan peringatan karena adanya ancaman langsung, namun membantah jumlah korban tewas yang dilaporkan.

Pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa kelaparan ekstrem semakin meluas. Mereka menerima semakin banyak warga dalam kondisi "keletihan dan kelelahan parah".

“Kami memperingatkan bahwa ratusan orang dengan tubuh yang mulai mengering berada di ambang kematian akibat kelaparan,” bunyi pernyataan itu dilansir BBC, Senin (21/7/2025). 

PBB juga telah memperingatkan bahwa warga sipil di Gaza tengah mengalami kelaparan dan mendesak masuknya bantuan darurat sesegera mungkin. Pada Minggu, kementerian tersebut melaporkan 18 kematian akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir.

Banyak korban dari Gaza utara dibawa ke Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza. Direktur medis rumah sakit, Dr Hassan al-Shaer, mengatakan kepada BBC Arabic bahwa fasilitasnya kini kewalahan.

“Seluruh penduduk sedang sekarat. Anak-anak meninggal karena kelaparan, mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan. Mereka hanya bertahan hidup dengan air dan garam… hanya air dan garam,” kata seorang perempuankepada BBC Arabic.

Korban Tewas Bertambah

Dalam laporan terbaru, badan pertahanan sipil Gaza menyatakan bahwa serangan Israel pada hari Minggu menewaskan total 93 orang dan melukai puluhan lainnya di seluruh wilayah Gaza. 

Delapan puluh orang tewas di Gaza utara, sementara sembilan orang ditembak mati di dekat titik distribusi bantuan di Rafah dan empat lainnya di dekat lokasi bantuan di Khan Younis, keduanya di Gaza selatan.

Di Kota Gaza, seorang warga bernama Qasem Abu Khater mengatakan kepada AFP bahwa ia mencoba mendapatkan sekarung tepung, namun yang ia temukan hanyalah kerumunan putus asa dan kekacauan mematikan.

“Tank-tank menembakkan peluru secara acak ke arah kami, dan para penembak jitu Israel menembak seperti sedang berburu hewan di hutan,” katanya. “Puluhan orang tewas tepat di depan mata saya dan tak ada yang bisa menolong siapa pun,” sambungnya.

WFP PBB mengecam keras kekerasan terhadap warga sipil yang sedang mencari bantuan, menyebutnya sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Sejak akhir Mei, hampir setiap hari dilaporkan ada warga Palestina yang tewas saat berusaha mendapatkan makanan. Pada Sabtu, sedikitnya 32 orang tewas akibat tembakan Israel di dekat dua titik distribusi bantuan di Gaza selatan, menurut Kementerian Kesehatan.

Banyak dari insiden ini terjadi di sekitar fasilitas yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), organisasi kontroversial yang didukung AS dan Israel. GHF menggunakan kontraktor keamanan swasta untuk menyalurkan bantuan dari zona militer Israel. Namun, beberapa serangan juga terjadi di lokasi distribusi bantuan milik PBB.(mm/erakini)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com