![]() |
Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus menyalurkan bantuan beras untuk KPM di enam desa. (foto/ist) |
Kepala Gudang Bulog Toba, Manondang Pasaribu mengatakan bantuan yang disalurkan diperuntukan untuk bulan Juni dan Juli 2025, masing-masing setiap bulan mendapatkan bantuan 10 Kg per KPM. Adapun warga penerima bantuan pangan berasal dari 6 desa yakni Desa Lumbangaol, Desa Baruara, Desa Tambunan Sunge, Desa Saribu Raja Janji Maria, Desa Lumbanpea Timur dan Desa Lumban Pea.
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus berharap kebijakan penyaluran bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat. Wabup
"Jadi Bapak-Ibu penerima jangan coba-coba jual beras yang diserahkan hari ini karena kemarau ini dapat menyebabkan krisis pangan pada bulan November atau Desember mendatang," kata Bupati Audi sembari mengingatkan warga untuk mengantisipasi kemarau, agar tidak membakar lahan sembarangan.
Untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan tersebut, Pemkab Toba telah menetapkan status darurat kekeringan. "Ini akan dikirimkan ke Gubernur dan selanjutnya dikirim ke BMKG agar dibuat rekayasa cuaca atau hujan buatan. Ini sudah kita mohonkan. Semoga mereka bisa tindaklanjuti," sebut Wakil Bupati menjelaskan.
Selain itu, langkah lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Toba adalah untuk mempersiapkan yang disalurkan lewat pasar murah untuk mengantisipasi peningkatan harga.
"Ini juga telah kita antisipasi dengan mempersiapkan stok beras. Kemudian kita juga siapkan pasar murah. Tetapi pasar murah akan kita gelar nanti 4 atau 5 bulan ke depan," ujarnya mengakhiri. (paber simanjuntak)