![]() | |||
Pengurus GP3A Maju Bersama Syarifuddin memaparkan Program Oplah Kementan RI Tahun 2025 di Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Sabtu (9/8/2025). (foto:mm/rasum) |
"Kami petani di Serdang Bedagai ini sangat terbantu dengan program Optimasi Lahan ini karena kendala yang dihadapi diawal MT pertama pada olah lahannya," terang Syarifuddin, Sabtu (9/8/2025).
Dijelaskan Syarifuddin biasa disapa Syarif memaparkan bahwa, di tahun 2025 ini Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Maju Bersama menerima program Oplah dari Kementrian Pertanian seluas 1000 hektar dari luas lahan 1901 hektar. Luas lahan yang menerima bantuan program Oplah Kementan RI ini terdiri dari 279 ha Desa Sentang, 277 Hektar Desa Bogak besar, 322 Hektar Desa Mangga dua, 122 Hektar Desa Pematang Kuala.
Diakui Syarifuddin bahwa program Optimasi Lahan (Oplah) ini sasarannya meningkatkan produksi hasil pertanian. Dimana petani selama ini mengalami kendala meningkatkan hasil pertaniannya. Kondisi ini dipengaruhi belum maksimalnya sarana prasarana pertanian baik itu saluran irigasi, pintu klep, maupun lainnya termasuk permodalan pengolahan lahannya. Sehingga petani hanya mampu memproduksi hasil pertaniannya sebanyak 5 ton hingga 5,5 ton padi per hektar.
"Oplah ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian agar lebih produktif. Program ini mencakup berbagai upaya, termasuk cetak sawah baru, optimalisasi lahan tidur, dan peningkatan indeks pertanaman," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar menjelaskan bahwa total lahan pertanian yang mendapat bantuan Oplah mencapai sekitar 7.323 hektare. Bantuan tersebut diterima oleh 20 Gapoktan dan GP3A.
Sambungnya lagi, bahwa tidak seluruh anggota kelompok tani secara otomatis menerima bantuan. Penyaluran dilakukan berdasarkan sistem Poligon, yaitu metode pengukuran yang menentukan secara spesifik luasan areal sawah yang layak menerima bantuan.
“Hanya areal sawah yang masuk dalam sistem Poligon yang memperoleh bantuan. Jadi tidak semua anggota kelompok tani menerima,” jelasnya.
Ditegaskan Dedi, dalam mekanisme penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kementan ke rekening pengurus GP3A atau Gapoktan, tanpa melalui Dinas Pertanian.
“Dalam hal ini, Dinas Pertanian hanya memberikan rekomendasi untuk pencairan bantuan. Proses penyalurannya dilakukan langsung oleh pusat,” ujarnya. (rasum)