Marcopolo, Bobby & Kepercayaan Publik

Sebarkan:
CHOKING SUSILO SAKEH.
BERANTAS narkoba? Yak, kudukung dengan penuh semangat!!!

Tapi, mari sejenak kita kembali ke awal, ke hasil Pilgubsu 2024, yang kemudian menghantarkan Bobby Nasution berhak menjadi Gubernur Sumut priode 2025-2030.

Berdasarkan data Pilgubsu 2024 di KPU Sumut, pasangan Bobby Nasution/Surya memperoleh 3.645.611 suara. Lawannya, pasangan Edy Rahmayadi/Hasan Sagala, meraih 2.009.311 suara. Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah 10.771.496 orang. Sedangkan jumlah penduduk Sumut saat itu, sebanyak 15.471.582 jiwa.

Jika perolehan suara Bobby Nasution/Surya tersebut dibandingkan dengan jumlah DPT, maka warga Sumut di dalam DPT yang memilih Bobby Nasution/Surya cumalah 33,84 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumut, maka warga Sumut yang memilih Bobby Nasution/Surya hanyalah 23,56 persen. Artinya, mayoritas warga Sumut, yakni sebanyak 76,44 persen, tidak memilih Bobby Nasution. Artinya lagi, tingkat legitimasi Bobby Nasution menjadi Gubsu sangat rendah. Catat : sangat rendah! 

Kondisi ini sama persis dengan ketika Bobby Nasution mengikuti Pilkada Medan tahun 2020 lalu. Adanya “campur tangan” dan “buah tangan” (meminjam istilah Ketua DPR-RI Puan Maharani) dari sang mertua yang notabene adalah seorang mantan Presiden, ternyata tak mampu meningkatkan kepercayaan warga Sumut untuk gegap gempita memilih Bobby Nasution di Pilgubsu 2024 tersebut. 

*

Tingkat legitimasi rendah, dan itu juga berarti tingkat kepercayaan warga yang rendah : cuma 23,56 persen!  Itulah modal awal Bobby Nasution memimpin Sumut, seusai dilantik Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025.

Ketidakjelasan berbagai proyek pembangunan yang dikerjakan Bobby Nasution saat empat tahun menjadi Walikota Medan, juga isu “Blok Medan” yang muncul dari pengadilan tipikor pada sidang mantan Gubernur Maluku Utara, A. Gani Kasuba, dipastikan menjadi penyebab ketidakpercayaan warga Sumut terhadap Bobby Nasution. 

Seiring waktu, tingkat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap Bobby Nasution, pun terasa semakin anjlok. Yakni, saat muncul kasus “pencaplokan empat pulau” milik Aceh pada awal Juni 2025 lalu. Meski tak ada data resmi tentang sejauhmana anjloknya legitimasi dan kepercayaan publik Sumut terhadap Bobby Nasution, namun dari berbagai platform media sosial maupun media massa, bisa disimpulkan bagaimana riuhnya warga Sumut melecehkan Bobby Nasution, pada kasus empat pulau terskasus

Dan kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK terhadap Topan Ginting, Kadis PUPR Sumut yang merupakan ‘anak emas’-nya Bobby Nasution, pada 26 Juni 2025, semakin memperburuk kepercayaan warga Sumut terhadap Bobby Nasution. Apalagi beberapa orang dekat Bobby Nasution, seperti Rektor USU Muryanto Amin, juga sepupunya, Dedi Rangkuti,  juga ikut diperiksa KPK. Fakta ini, semakin membabak-belurkan kepercayaan warga Sumut terhadap Bobby Nasution.

*

Maka, bolehlah dikasi jempol  kepada tim Konsultan Komunikasi Bobby Nasution, yang telah memilih Discotik Marcopolo dan Blue Star, bahkan juga markas ormas GRIB Jaya Sumut, (14 Agustus 2025), sebagai tumbal untuk mencoba meningkatkan kembali kepercayaan warga Sumut terhadap Bobby Nasution. Sebab, untuk sementara, langkah ini terkesan berhasil meningkatkan citra dan kepercayaan warga Sumut kepada Bobby Nasution.

Sebagai warga negara yang baik sekaligus sebagai ummat beragama yang jinak, pastilah banyak warga Sumut mendukung penuh semangat tindakan Bobby Nasution membongkar langsung kedua diskotik tersebut. Namun, dukungan tersebut tidak serta merta berarti bahwa warga akan begitu saja mempercayai kejujuran Bobby Nasution di dalam memimpin Sumatera Utara. Tingkat legitimasi, juga tingkat kepercayaan warga Sumut terhadap Bobby Nasution, masih tetap payah di titik bawah. 

Karenanya, kalau pada pagi hari ini (Senin, 25 Agustus 2025), Bobby Nasution melalui Kadis Kominfo Sumut mengundang lebih 90-an Pemimpin Redaksi media massa di Medan untuk bersilaturahmi, tak bisa disembunyikan bahwa secara tak disengaja undangan ini malah memberitahukan prihal lemahnya tingkat kepercayaan warga Sumut terhadap Bobby Nasution. Bayangkan, selama empat tahun menjadi Walikota Medan dan sepuluh bulan menjadi Gubernur Sumut, baru pertama kali ini digelar acara silaturahim Bobby Nasution dengan jurnalis.

Oh ya, memenangkan pertarungan pada Pilkada 2024 yang dikenal sebagai pilkada brutal, itu sangat gampang : punya ordal dan duit. Namun, menjadi kepala daerah yang dipercayai oleh warganya, itu bukan pekerjaan gampang dan tiba-tiba.

Mangkanya…

------------------------------

*Penulis adalah Jurnalis Utama, warga Sumatera Utara.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com