![]() |
| Sejumlah kepala daerah, wisatawan dan peserta FI Powerboat ikut dalam pagelaran Tortor di lokasi event internasional di Balige, Toba. (foto:mm/paber simanjuntak) |
Acara yang menjadi rangkaian pendukung F1H2O Powerboat World Championship 2025 di Danau Toba ini berhasil mencuri perhatian, bukan hanya penonton lokal, tetapi juga pembalap internasional dan wisatawan mancanegara.
Sebagai tuan rumah, Bupati Toba dan Wakil Bupati bersama istri, Forkopimda, serta tokoh adat dari 16 kecamatan tampil kompak menyambut tamu. Tortor tradisional khas Batak Toba pun menjadi magnet utama. Ratusan penari dari berbagai kalangan bergerak serempak mengikuti alunan gondang Batak, menciptakan momen yang penuh energi dan sarat makna budaya.
Yang membuat suasana semakin hangat, banyak turis mancanegara ikut larut dalam tarian. Mereka tak hanya menonton, tapi juga ikut “manortor”, menari bersama masyarakat dengan wajah penuh senyum.
“Ini pengalaman luar biasa. Saya merasa sangat diterima dan terkesan dengan energi serta kekayaan budaya yang ditampilkan,” ujar seorang wisatawan asal Italia, masih dengan raut wajah gembira setelah ikut menari.
Tak hanya tarian, Pesta Rakyat ini juga menyuguhkan kuliner khas Batak, pertunjukan musik tradisional, hingga pameran UMKM lokal yang memamerkan kerajinan tangan serta kopi Toba yang sudah mendunia. Semua berpadu menjadi pesta budaya yang hidup dan mengundang decak kagum.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Toba, Rusti Hutapea, menegaskan bahwa acara ini merupakan strategi promosi budaya lokal sekaligus penggerak sektor pariwisata. “Budaya adalah daya tarik utama. Kami bangga bisa menunjukkan jati diri Kabupaten Toba kepada dunia,” ujarnya.
Keberhasilan acara ini kembali menegaskan bahwa Toba bukan hanya tuan rumah yang ramah, tetapi juga wilayah dengan warisan budaya kaya dan semangat gotong royong yang kuat—siap menyambut dunia di tanah Batak Toba Mantap.(Paber Simanjuntak)


