![]() |
| Pj.Kades Silalahi Pagar Batu, Herdiwati Silalahi didampingi Ketua BPD dan Kadus ll.(foto:mm/Paber Simanjuntak) |
HARAPAN baru tumbuh di Desa Silalahi Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Melalui alokasi Dana Desa (DD) tahun 2025, masyarakat bersepakat membangun destinasi wisata alam di Dusun II Silalahi Dolok, yang nantinya akan dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pj Kepala Desa Silalahi Pagar Batu, Herdiwati Silalahi, SE, menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar potensi alam desa tidak hanya dinikmati keindahannya, tetapi juga mampu menghadirkan sumber pendapatan baru bagi warga. “Dusun II Silalahi Dolok memiliki potensi besar untuk dijadikan objek wisata hijau. Ini kesempatan bagi desa untuk mandiri dan berdaya,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Ia menjelaskan, pengelolaan wisata akan melibatkan masyarakat setempat. Warga yang ingin berkecimpung akan diberikan pelatihan, agar pengelolaan berjalan secara profesional. “Nanti masyarakatlah yang akan menjadi tuan rumah sekaligus pengelola. Dengan begitu, manfaatnya bisa langsung dirasakan,” tambahnya.
Desa Silalahi Pagar Batu memiliki 385 kepala keluarga dengan 1.489 jiwa. Melalui wisata alam hijau, diharapkan desa dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mewujudkan visi sebagai Desa Wisata, sebagaimana telah ditetapkan pemerintah daerah.
Ketua BPD Desa Pagar Batu, Parningotan Silalahi, menegaskan bahwa rencana pembangunan wisata ini lahir dari hasil musyawarah desa (Musdes). “Kami sangat mendukung. Wisata desa akan membuka peluang kerja baru, sekaligus memberdayakan warga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun II Silalahi Dolok, Tongam Silalahi, menyebut pembangunan wisata alam ini merupakan mimpi yang sudah dua tahun dirancang masyarakat. “Jika benar-benar terwujud, luar biasa. Warga akan terlibat langsung dan merasakan manfaatnya,” ujarnya penuh harap.
Lahan seluas dua hektare kini tengah ditata. Area itu akan dihijaukan dengan pepohonan, rumput segar, serta dilengkapi fasilitas seperti lahan parkir dan ruang bagi pelaku UMKM lokal. Semangat masyarakat pun menyatu: menjadikan wisata alam hijau bukan hanya tujuan berlibur, tetapi juga simbol kebangkitan desa.(Paber Simanjuntak)


