![]() |
| Bupati terpilih Pasaman Barat, H. Yulianto meninjau kebakaran. (foto/ist) |
Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, yang kebetulan melintas menuju Bateh Tarok, Koto Balingka, untuk menghadiri takziah, turut meninjau lokasi kebakaran. Ia berjanji akan memperbaiki kualitas armada dan tenaga pemadam kebakaran (damkar) yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Dari data yang ada, Pasaman Barat hanya memiliki dua unit mobil damkar. Namun, sebagian sudah tidak layak pakai. Nomor polisi kendaraan bahkan mati sejak 2018 dan 2023, kondisi mobil usang, hingga peralatan yang tidak berfungsi.
Aktivis muda Pasaman Barat, Abdul Basit, menilai pemerintah daerah tidak sigap dalam penyediaan fasilitas kebencanaan. Ia menegaskan, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
“Hal yang paling penting selain keamanan daerah adalah fasilitas penunjang saat bencana. Baik kebakaran maupun bencana alam, semuanya menyangkut nyawa manusia dan kerugian besar,” tegas Basit di lokasi.
Ia memberi ultimatum kepada Pemda Pasbar untuk serius membenahi sarana damkar dalam dua bulan ke depan. “Saya masih bisa memahami alasan defisit anggaran. Tapi untuk fasilitas kebencanaan, pemerintah wajib segera menyiapkan armada baru, merevitalisasi peralatan, dan membangun pos damkar permanen di Lembah Melintang yang penduduknya padat. Kalau tidak, ya kita sama-sama tahu apa artinya,” ujarnya.
Masyarakat bersama aktivis berharap pemerintah daerah segera memprioritaskan peningkatan sarana penanggulangan bencana, demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi warga Pasaman Barat.(doni setiawan)


