![]() |
| Pedagang sayur di Balairong Balige, Marini Tambunan. (foto: mm/Paber Simanjuntak) |
Kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak awal pekan dan langsung berdampak pada aktivitas jual beli di pasar tradisional, termasuk di Pajak Balairong Balige. Para pedagang maupun pembeli mengaku merasakan dampaknya.
“Bagi kami pedagang tidak masalah, karena modal belanja juga ikut naik. Tapi memang belanjaan pelanggan agak berkurang,” ujar Marini Tambunan, pedagang sayur di Pajak Balairong Balige, Selasa (9/9/2025).
Lonjakan harga cabai dan andaliman diduga dipicu berkurangnya pasokan akibat cuaca ekstrem serta gangguan distribusi. Para pedagang berharap harga segera stabil agar daya beli masyarakat tidak terus melemah.
Andaliman, yang biasa digunakan untuk masakan khas Batak seperti arsik dan saksang, sebelumnya hanya dijual sekitar Rp150.000 per kilogram. Lonjakan harga hingga Rp250.000 membuat pelaku usaha kuliner harus menyesuaikan strategi.
“Luar biasa harga cabai merah, cabai rawit, dan andaliman sekarang. Mudah-mudahan cepat stabil, karena ini berdampak ke masakan kami. Sementara harga per porsi makanan tetap tidak naik,” kata Boru Simangunsong, pedagang makanan di Balige.
Dinas Perdagangan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Toba menyatakan sedang melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga pasokan dan menekan harga agar kembali stabil.
Daftar harga bahan kebutuhan di Toba per Selasa (10/9/2025):
- Andaliman: Rp250.000/kg
- Cabai merah: Rp100.000/kg
- Cabai rawit hijau: Rp70.000/kg
- Cabai rawit merah: Rp80.000/kg
- Bawang merah: Rp50.000/kg
- Bawang putih: Rp40.000/kg. (paber simanjuntak)


