Iqbal Alkindi Soroti Rendahnya Harga Gabah Petani di Serdang Bedagai

Sebarkan:
Wakil Ketua Bidang Buruh Tani dan Nelayan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Iqbal Alkind. (foto:mm/rasum)
SERDANG BEDAGAI (MM) – Rendahnya harga pembelian gabah di tingkat petani masih menjadi keluhan utama petani di Kabupaten Serdang Bedagai. Harga yang ditawarkan agen dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi, sehingga petani meminta pemerintah, khususnya Bulog, lebih serius menangani persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Iqbal Alkindi, Wakil Ketua Bidang Buruh Tani dan Nelayan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, di Sei Rampah, Rabu (3/9/2025).

Menurut Iqbal, saat ini harga gabah di Serdang Bedagai hanya dibeli agen seharga Rp6.300 per kilogram, atau lebih rendah Rp200 dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Kondisi ini sangat kontras dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah. Pemerintah sudah menetapkan harga gabah siap panen Rp6.500/Kg, namun di lapangan harganya justru lebih rendah,” ungkapnya.

Iqbal juga menyoroti informasi dari sejumlah petani Desa Sei Rejo, yang menyebut gabah baru panen dibeli agen Rp6.300 per kilogram jika menggunakan metode manual, sementara dengan combine harvester berkisar Rp6.400–Rp6.450 per kilogram.

“Jika benar Bulog Sumut menyerap gabah petani dengan harga di bawah ketentuan pemerintah, maka ini bentuk kezaliman terhadap petani,” tegasnya.

Ia mendesak Menteri Pertanian RI melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut agar membentuk tim khusus guna mengusut serta memantau langsung harga gabah di lapangan. “Hal ini penting untuk mencegah praktik oligarki yang hanya menguntungkan kelompok tertentu,” pungkas Iqbal.(rasum)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com