![]() |
| Kondisi jalan rabat beton yang diduga asal jadi menghabiskan anggaran Rp40 juta yang bersumber dari dana desa. (foto:mm/doni) |
Pantauan warga, rabat beton yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan kini sudah rusak parah. Permukaan jalan terlihat retak, terkelupas, bahkan ada bagian yang hancur. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan soal mutu pekerjaan dan pengawasan dari pihak terkait.
“Belum lama kami menikmati jalan ini, tapi sekarang sudah rusak. Kami sangat kecewa karena dana yang besar sudah dikeluarkan, tapi hasilnya tidak sebanding,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (8/9/2025).
Tokoh masyarakat setempat mendesak pemerintah nagari dan instansi terkait turun langsung mengevaluasi proyek tersebut. Mereka menekankan pentingnya transparansi serta tanggung jawab pelaksana agar kejadian serupa tidak terulang.
Masyarakat berharap proyek perbaikan segera dilakukan karena rabat beton tersebut merupakan akses penting dalam aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, Wali Nagari Tampus Damai, Arpan Nasution, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban.
Berdasarkan papan proyek, peningkatan jalan rabat beton samping MTSN, dengan volume 140 meter bersumber dari dana Alokasi Dana Desa senilai Rp.40 juta. Waktu pengerjaan selama 60 hari dengan pelaksana Riza Fitria,S.Sos.(doni setiawan)


