![]() |
| Bupati Batu Bara H Baharuddin Siagian. (foto/ist) |
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Batu Bara agar tetap siaga menghadapi potensi hidrometeorologi. BMKG menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu banjir,” ujar Bupati Baharuddin.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kejadian banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang kepada camat, lurah, atau kepala desa, serta dapat berkoordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Batu Bara.
Banjir telah memasuki permukiman warga dan merendam rumah-rumah penduduk. Sejumlah lahan pertanian juga terdampak, termasuk tanaman cabai merah di Kecamatan Limapuluh Pesisir yang terancam gagal panen. Kondisi serupa terjadi pada lahan padi di Kecamatan Air Putih dan Sei Suka, di mana tanaman yang baru ditanam telah tenggelam akibat tingginya genangan air.
Sejumlah sungai di Kabupaten Batu Bara yang berhulu di Kabupaten Simalungun turut mengalami peningkatan debit air yang signifikan. Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Sumatera Utara, banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan banjir kiriman dari wilayah Simalungun. Genangan air dilaporkan mencapai setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik.
Delapan kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Sei Balai, Talawi, Tanjung Tiram, Lima Puluh Pesisir, Datuk Lima Puluh, Air Putih, Sei Suka, dan Medang Deras.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Batu Bara AKP Simon E. Simatupang mengimbau para pengendara agar berhati-hati saat melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan. Ia menyebutkan bahwa pohon tumbang terjadi di sepanjang Jalinsum Batu Bara sejak pagi hingga malam.
Sebuah mobil Avanza dilaporkan tertimpa pohon tumbang di Jalinsum Lidah Tanah, Kecamatan Datuk Tanah Datar. Tidak ada laporan korban jiwa, namun situasi ini menambah kewaspadaan masyarakat di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Batu Bara.(zein)


