![]() |
| Sekda Asahan Zainal Arifin Sinaga memimpin upacara Hari Pahlawan. (foto/ist) |
Upacara tersebut diikuti para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Asahan, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Asahan, serta unsur OKP, mahasiswa, pelajar, dan tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Menteri Sosial RI yang dibacakan Sekda Asahan, disampaikan bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk merenungi nilai perjuangan dan keteladanan para pahlawan bangsa.
Sekda mengajak seluruh peserta upacara untuk meneladani tiga nilai utama dari semangat perjuangan kemerdekaan, yakni kesabaran yang melahirkan kemenangan, pengabdian tanpa pamrih demi kepentingan bangsa, serta pandangan jauh ke depan untuk generasi penerus.
“Para pahlawan dikenang bukan karena jabatan, tetapi karena ketulusan dan manfaat perjuangan mereka bagi bangsa,” ujar Zainal.
Ia menambahkan, perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi melalui ilmu, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat kepahlawanan, lanjutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata — membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari arus kemajuan.
Nilai-nilai perjuangan tersebut, kata Zainal, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, pembangunan manusia unggul, dan penegakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kemerdekaan ini tidak boleh sia-sia. Kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” tegasnya.
Upacara Hari Pahlawan di Kabupaten Asahan tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian — sekecil apa pun — adalah bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan bangsa.(rahmadhika)


